Lokal

Harga Daging Ayam di Banyumas Melonjak Seiring Kembalinya Program MBG

BANYUMAS – Harga daging ayam potong di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Banyumas mengalami kenaikan cukup tajam setelah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali berjalan. Kenaikan tersebut dipicu meningkatnya permintaan ayam untuk memenuhi kebutuhan program pemerintah, sehingga pasokan di pasar menjadi lebih terbatas.

Berdasarkan pantauan di Pasar Wage Purwokerto dan Pasar Jatilawang pada Rabu (15/7/2026), harga ayam potong kini berada di kisaran Rp35.000 hingga Rp36.000 per kilogram. Sebelumnya, saat Program MBG dihentikan sementara, harga ayam hanya berkisar Rp30.000 hingga Rp32.000 per kilogram. Bahkan, harga sempat menyentuh angka Rp40.000 per kilogram sebelum akhirnya sedikit turun.

Pedagang ayam di Pasar Wage Purwokerto, Parti (56), mengatakan kenaikan harga mulai terjadi sejak Jumat pekan lalu. Menurutnya, lonjakan tersebut berlangsung sangat cepat karena tingginya kebutuhan ayam untuk Program MBG.

“Permintaan meningkat sehingga stok ayam di pasaran menjadi lebih sedikit. Akibatnya harga langsung melonjak,” ujarnya.

Meski harga naik, Parti mengaku dirinya bukan pemasok ayam untuk Program MBG. Ia hanya menjual ayam secara eceran kepada masyarakat dengan jumlah penjualan sekitar 15 kilogram per hari, tergantung banyaknya pembeli. Sebagai pedagang kecil, ia juga menghadapi tantangan karena ayam yang dijual harus habis pada hari yang sama agar kualitasnya tetap terjaga. Untuk itu, ia memilih tidak menyimpan atau mengawetkan ayam menggunakan es.

Kondisi serupa juga dirasakan pedagang ayam di Pasar Jatilawang, Muji Lestari. Ia menyebut harga ayam saat ini mencapai Rp36.000 per kilogram, naik sekitar Rp4.000 dibandingkan saat MBG belum berjalan. Menurutnya, kebutuhan ayam untuk program tersebut umumnya dipenuhi oleh pemasok besar, sehingga pedagang kecil tidak memperoleh keuntungan langsung dari meningkatnya permintaan.

Muji menjelaskan bahwa harga ayam memang bersifat fluktuatif. Dalam kondisi normal, harga terendah berada di kisaran Rp30.000 per kilogram, sedangkan pada kondisi tertentu dapat mencapai Rp40.000. Saat momen Lebaran, harga bahkan pernah menyentuh Rp45.000 per kilogram.

Dalam aktivitas sehari-hari, Muji biasanya mampu menjual sekitar 20 kilogram ayam. Ketika pembeli sepi, penjualan turun menjadi sekitar 15 kilogram, sementara pada hari ramai dapat mencapai 25 kilogram.

Kenaikan harga ayam menunjukkan bahwa kebijakan berskala besar seperti Program MBG dapat memberikan dampak langsung terhadap mekanisme pasar. Meningkatnya permintaan dalam waktu singkat menyebabkan pasokan di pasar tradisional berkurang sehingga harga ikut terdorong naik. Di sisi lain, pedagang kecil belum tentu menikmati manfaat dari meningkatnya permintaan tersebut karena distribusi pengadaan lebih banyak dilakukan melalui pemasok berskala besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *