Bola

Etihad Terbungkam! Hasil Liga Inggris Manchester City vs Brighton Berakhir Seri dan Ancaman Nyata Bagi Gelar Juara

Manchester City harus kembali menelan pil pahit dalam perburuan gelar juara Liga Inggris musim 2025/2026. Bermain di hadapan pendukung sendiri di Etihad Stadium pada Rabu malam waktu setempat atau Kamis dini hari WIB, 8 Januari 2026, pasukan Pep Guardiola kembali gagal memetik poin penuh. Skor imbang 1-1 melawan Brighton & Hove Albion menandai hasil seri ketiga secara beruntun bagi sang juara bertahan, sebuah catatan yang jarang terlihat di era kepemimpinan Guardiola.

Hasil ini membuat posisi Manchester City di klasemen sementara tertahan di peringkat kedua dengan koleksi 43 poin dari 21 pertandingan. Mereka kini terpaut lima angka dari sang pemuncak klasemen, Arsenal, yang baru akan bertanding melawan Liverpool. Jika Arsenal memenangkan laga tersebut, selisih poin akan melebar menjadi delapan angka, sebuah jarak yang cukup mengkhawatirkan bagi City meski musim masih menyisakan banyak pertandingan.

Laga dimulai dengan tensi yang cukup mengejutkan. Manchester City yang sedang dilanda krisis cedera di lini belakang harus menurunkan duet bek muda, Max Alleyne dan Abdukodir Khusanov. Alleyne, yang baru saja dipanggil dari tim akademi, tampak sedikit gugup di menit-menit awal. Brighton hampir saja mencuri keunggulan di menit pertama saat kiper Gianluigi Donnarumma melakukan kesalahan distribusi bola yang hampir berujung gol bunuh diri. Beruntung bagi City, kiper asal Italia itu mampu menebus kesalahannya beberapa saat kemudian dengan mementahkan sundulan bebas Pascal Gross yang memanfaatkan umpan silang Diego Gomez.

Tim tamu yang dijuluki The Seagulls tampil sangat berani dengan pressing tinggi. Ferdi Kadioglu sempat lolos dari jebakan offside dan berhadapan satu lawan satu dengan Donnarumma, namun tembakannya masih mengarah tepat ke pelukan sang penjaga gawang. City perlahan mulai menemukan ritme permainan melalui pergerakan Jeremy Doku di sisi sayap. Kecepatan pemain asal Belgia itu seringkali merepotkan pertahanan Brighton yang digalang oleh Lewis Dunk.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-41. Berawal dari penetrasi Jeremy Doku ke kotak penalti, ia dijatuhkan oleh Diego Gomez. Wasit awalnya tidak menganggap itu sebagai pelanggaran, namun setelah peninjauan VAR, keputusan berubah menjadi penalti untuk tuan rumah. Erling Haaland yang maju sebagai eksekutor tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Dengan tenang, ia mengarahkan bola ke pojok gawang yang gagal dijangkau oleh Bart Verbruggen. Gol ini terasa sangat istiewa bagi Haaland karena merupakan gol ke-150 miliknya selama berseragam Manchester City sekaligus gol ke-35.000 dalam sejarah Liga Inggris.

Memasuki babak kedua, Manchester City memiliki peluang emas untuk menggandakan keunggulan. Bernardo Silva berhasil mencuri bola dari kesalahan lini tengah Brighton dan melepaskan tembakan melengkung, namun bola hanya membentur tiang gawang. Kegagalan ini harus dibayar mahal oleh tuan rumah. Pada menit ke-60, Kaoru Mitoma menunjukkan kelasnya. Pemain asal Jepang itu menerima bola di tepi kotak penalti, melakukan gerak tipu untuk mengecoh pemain bertahan City, dan melepaskan tembakan rendah yang akurat ke pojok bawah gawang. Skor berubah menjadi 1-1.

Setelah kedudukan imbang, Brighton justru tampil lebih mengancam. Mereka hampir berbalik unggul ketika Mitoma mengirimkan umpan matang ke mulut gawang, namun Diego Gomez gagal menyambar bola dengan sempurna padahal posisinya sudah sangat dekat dengan garis gawang. Guardiola mencoba merespons dengan memasukkan Rodri dan Rayan Cherki untuk menambah kreativitas serangan.

Di sepuluh menit terakhir, Manchester City mengurung total pertahanan Brighton. Peluang terbaik datang pada menit ke-81 ketika Erling Haaland mendapatkan bola matang di dalam kotak penalti hasil kerja sama apik dengan Cherki. Namun, tembakan sang bomber Norwegia tersebut terlalu lemah dan bisa diamankan dengan mudah oleh Verbruggen. Di masa injury time, Rayan Cherki juga mendapatkan dua kesempatan lewat tembakan jarak jauh, tetapi akurasinya masih melebar di sisi gawang.

Peluit panjang berbunyi, dan City harus puas berbagi satu poin. Bagi Brighton, hasil ini merupakan bukti bahwa strategi Fabian Hurzeler mampu merepotkan tim-tim besar. Sebaliknya bagi City, hasil ini menambah daftar masalah mereka, terutama dalam hal penyelesaian akhir dan keroposnya lini belakang akibat absennya pilar utama seperti Ruben Dias dan John Stones.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *