Lokal

Peluncuran Buku Tegal Kurusetra dan Kota yang Lekas Menghilang dan Akan Kita Lupakan Digelar di UMP

Banyumas — Dua buku sastra yang merekam kegelisahan zaman dan jejak ruang kultural diluncurkan dalam sebuah acara peluncuran buku yang berlangsung di Ruang Sidang Baru FKIP Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Kamis (22/1/2026). Dua karya tersebut adalah Tegal Kurusetra karya Umi Roisatul dan Kota yang Lekas Menghilang dan Akan Kita Lupakan karya Ilham Rabbani.

Peluncuran digelar melalui kolaborasi Banyumas International Literacy Festival (BIL Fest) dan sejumlah pihak, di antaranya Omera Pustaka, Komunitas Sastra 12 Pena, Midori Insitute serta jejaring pegiat literasi Banyumas, sebagai bagian dari upaya memperluas ekosistem sastra di daerah.

Buku Tegal Kurusetra karya Umi Rosiatul menghadirkan lanskap lokal sebagai medan narasi. Judul “Kurusetra” dimaknai sebagai ruang pergulatan—bukan semata konflik fisik, melainkan pertarungan batin, ingatan, dan nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakat. Melalui bahasa yang puitik dan reflektif, Umi merangkai kisah-kisah yang berakar pada lokalitas namun berbicara tentang persoalan universal: identitas, sejarah, dan ketahanan manusia.

Sementara itu, Kota yang Lekas Menghilang dan Akan Kita Lupakan karya Ilham Rabbani menawarkan kumpulan puisi yang menyoroti wajah kota modern. Kota digambarkan sebagai ruang yang bergerak cepat, penuh cahaya dan bangunan, tetapi sekaligus menyisakan jarak batin. Puisi-puisi dalam buku ini merekam keterasingan, ingatan yang tergerus, serta manusia yang hidup berdesakan namun kian saling asing.

Dalam diskusi peluncuran, kedua karya tersebut dipandang saling melengkapi: yang satu berpijak kuat pada tanah dan ingatan lokal, sementara yang lain menyelami kegelisahan urban dan pengalaman pascamodern. Keduanya sama-sama menempatkan sastra sebagai medium refleksi sosial—merekam perubahan, sekaligus mengajukan pertanyaan-pertanyaan kritis tentang arah kehidupan manusia.

Peluncuran buku ini tidak hanya menjadi seremoni penerbitan, tetapi juga ruang dialog. Diskusi, pembacaan karya, dan perbincangan lintas komunitas menegaskan bahwa buku tidak berhenti sebagai objek cetak, melainkan hidup dalam perjumpaan dan percakapan.

Melalui peluncuran Tegal Kurusetra dan Kota yang Lekas Menghilang dan Akan Kita Lupakan, para penyelenggara berharap sastra terus menemukan pembacanya dan menjadi bagian penting dari gerak literasi di Banyumas dan sekitarnya—menghubungkan ingatan, kota, dan manusia melalui kata-kata.

One thought on “Peluncuran Buku Tegal Kurusetra dan Kota yang Lekas Menghilang dan Akan Kita Lupakan Digelar di UMP

  • Umi Roisatul Mukaromah

    Maaf Kak, sekadar meluruskan, nama yang betul di berita tersebut: Umi Roisatul Mukaromah,
    bukan Rosiatul hehee,
    Ngapunten, matur nuwun sangett🙏

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *