Lokal

Misteri Hilangnya Lansia di Hutan Pekuncen: Operasi Pencarian Besar-Besaran Dilakukan Tim SAR Gabungan

Warga Desa Pekuncen, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, saat ini tengah diselimuti kecemasan mendalam setelah salah satu warga lanjut usia dikabarkan menghilang secara misterius di kawasan hutan setempat. Lansia tersebut dilaporkan hilang sejak Minggu sore, 11 Januari 2026, setelah pamit kepada keluarga untuk mencari kayu bakar di area hutan yang berada tidak jauh dari pemukiman warga. Hingga memasuki hari kedua pencarian, keberadaan korban belum juga membuahkan titik terang, sehingga memaksa Tim SAR Gabungan untuk memperluas area penyisiran di tengah medan yang cukup berat dan cuaca yang tidak menentu.

Kejadian ini bermula ketika korban, yang diidentifikasi sebagai seorang pria lanjut usia berusia sekitar 70 tahun, pergi meninggalkan rumah pada pagi hari dengan membawa peralatan seadanya untuk mengumpulkan kayu bakar. Aktivitas ini sebenarnya merupakan hal yang rutin dilakukan oleh korban setiap harinya. Namun, hingga matahari terbenam dan kegelapan mulai menyelimuti desa, korban tak kunjung kembali ke rumah. Keluarga yang merasa khawatir kemudian mencoba melakukan pencarian mandiri bersama warga sekitar di lokasi yang biasa didatangi korban, namun mereka hanya menemukan beberapa jejak yang tidak memberikan kepastian.

Merasa kondisi semakin mendesak, pihak keluarga akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada perangkat desa yang diteruskan kepada pihak kepolisian dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Banyumas. Laporan ini segera direspons cepat oleh tim penyelamat. Tim SAR Gabungan yang terdiri dari personel Basarnas Cilacap, BPBD Banyumas, TNI, Polri, serta relawan dari berbagai organisasi kemanusiaan langsung mendirikan posko darurat di perbatasan hutan untuk mengoordinasikan langkah-langkah pencarian secara sistematis.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Cilacap menyatakan bahwa operasi pencarian pada hari kedua melibatkan puluhan personel yang dibagi ke dalam beberapa unit kecil atau Search and Rescue Unit (SRU). Setiap unit memiliki tugas untuk menyisir sektor-sektor tertentu di dalam hutan Pekuncen yang memiliki topografi berbukit dan rimbun dengan vegetasi. Petugas juga menggunakan peralatan pendukung seperti drone untuk memantau area dari ketinggian serta anjing pelacak guna mendeteksi keberadaan aroma tubuh manusia di sekitar lokasi terakhir korban terlihat.

Tantangan utama yang dihadapi oleh tim di lapangan adalah kondisi cuaca di wilayah Banyumas yang sering diguyur hujan deras saat sore hari. Hal ini membuat permukaan tanah di dalam hutan menjadi sangat licin dan membahayakan keselamatan para personel pencari. Selain itu, kabut tebal yang sering turun secara tiba-tiba juga membatasi jarak pandang, sehingga pencarian sering kali harus dihentikan sementara demi keamanan tim. Meski demikian, semangat para relawan dan warga lokal tidak surut demi menemukan sang lansia yang sangat dihormati oleh masyarakat desa tersebut.

Warga lokal yang sangat mengenal seluk-beluk hutan Pekuncen turut membantu dengan memberikan informasi mengenai jalur-jalur tikus yang mungkin dilewati oleh korban. Muncul dugaan bahwa korban kemungkinan mengalami disorientasi arah atau tersesat akibat faktor usia, mengingat area hutan tersebut cukup luas dan memiliki banyak persimpangan jalan setapak yang serupa. Pihak medis juga sudah disiagakan di posko utama untuk memberikan penanganan darurat segera setelah korban berhasil diketemukan, mengingat usia korban yang sudah lanjut membuat risiko dehidrasi dan kelelahan sangat tinggi.

Pihak kepolisian mengimbau kepada warga lain untuk sementara waktu tidak melakukan aktivitas sendirian di dalam hutan, terutama bagi mereka yang sudah berusia lanjut atau memiliki gangguan kesehatan. Pengawasan keluarga menjadi kunci penting dalam mencegah kejadian serupa terulang kembali. Masyarakat diminta untuk segera melaporkan jika menemukan benda-benda milik korban yang tertinggal di dalam hutan guna membantu mengerucutkan area pencarian bagi tim ahli.

Dukungan moral terus mengalir bagi keluarga korban yang saat ini masih menunggu dengan penuh harap di posko pencarian. Doa bersama pun digelar oleh warga desa di masjid setempat dengan harapan agar sang kakek dapat ditemukan dalam kondisi selamat dan bisa segera berkumpul kembali dengan keluarga tercinta. Kejadian ini menjadi pengingat bagi seluruh warga akan pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di alam terbuka yang memiliki risiko tinggi.

Hingga berita ini disusun, Tim SAR Gabungan masih terus bekerja keras menyusuri lembah dan perbukitan di kawasan hutan Pekuncen. Operasi ini rencananya akan terus dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur pencarian orang hilang, dengan evaluasi harian untuk menentukan langkah strategis berikutnya. Fokus utama tetap pada pencarian di radius tiga hingga lima kilometer dari lokasi awal hilangnya korban, sembari menunggu perkembangan informasi terbaru dari lapangan.

Informasi ini disusun berdasarkan fakta-fakta lapangan dan laporan mendalam mengenai peristiwa orang hilang di Banyumas, merujuk pada pemberitaan resmi dari Radar Banyumas dan koordinasi dengan otoritas penanggulangan bencana setempat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *