Pendopo Gunungan Resmi Dibuka, Desa Bocor Miliki Pusat Kegiatan Spiritual dan Ruang Aspirasi Masyarakat

KEBUMEN – Warga Dusun Ragayudan, Desa Bocor, Kecamatan Buluspesantren, Kabupaten Kebumen, kini memiliki sebuah fasilitas baru yang diharapkan mampu menjadi pusat kegiatan keagamaan sekaligus ruang bagi masyarakat untuk berdiskusi dan menyampaikan aspirasi. Fasilitas yang diberi nama Pendopo Gunungan tersebut diresmikan pada Minggu (12/7/2026) oleh Rais ‘Aam JATMAN, KH Achmad Chalwani Nawawi, bersama Bupati Kebumen Lilis Nuryani.
Keberadaan pendopo ini menjadi simbol kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah dalam menghadirkan ruang yang tidak hanya mendukung aktivitas spiritual, tetapi juga memperkuat kehidupan sosial warga. Pendopo Gunungan memiliki dua fungsi utama, yakni sebagai Majelis Tarekat Qodiriyah wa Naqsyabandiyah dan PASEBAN (Pusat Aspirasi, Solusi, dan Edukasi Bauran Warga).
Prosesi peresmian berlangsung dalam dua tahap sebagai bentuk penegasan terhadap fungsi bangunan tersebut. Tahap pertama dilakukan oleh KH Achmad Chalwani Nawawi yang meresmikan pendopo sebagai Majelis Tarekat Qodiriyah wa Naqsyabandiyah. Selanjutnya, Bupati Kebumen Lilis Nuryani meresmikan bangunan yang sama sebagai PASEBAN, yaitu ruang yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk bertukar gagasan, berdiskusi, hingga mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi bersama.
Inisiator pembangunan Pendopo Gunungan, Sularso, menjelaskan bahwa pembangunan fasilitas tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap kebutuhan akan ruang bersama yang mampu mengakomodasi berbagai aktivitas positif. Menurutnya, keberadaan pendopo tidak hanya ditujukan untuk kegiatan keagamaan, tetapi juga sebagai tempat mempererat hubungan antarmasyarakat melalui komunikasi yang terbuka.
Ia menerangkan bahwa fungsi pendopo sebagai Majelis Tarekat akan dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan pembinaan spiritual, seperti pengajian, dzikir, dan aktivitas keagamaan lainnya yang melibatkan para santri maupun jamaah tarekat. Di sisi lain, fungsi PASEBAN diharapkan mampu menjadi ruang publik bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, berdiskusi mengenai persoalan lingkungan, mencari solusi bersama, serta mengadakan kegiatan edukasi yang bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.
Menurut Sularso, pembangunan Pendopo Gunungan merupakan hasil dari semangat gotong royong masyarakat Desa Bocor. Ia berharap bangunan tersebut dapat menjadi tempat yang mampu memperkuat nilai kebersamaan serta mendorong lahirnya berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi warga.
Pada kesempatan yang sama, Sularso mengungkapkan bahwa kehadiran Bupati Kebumen dalam acara peresmian bukan hanya sebagai kepala daerah, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan atas hubungan kekeluargaan yang telah terjalin sejak lama. Ia menilai kehadiran pemerintah daerah menjadi bukti bahwa inisiatif masyarakat mendapatkan perhatian dan dukungan sehingga mampu meningkatkan semangat warga untuk terus berkontribusi dalam pembangunan desa.
Sementara itu, Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyampaikan apresiasi terhadap kekompakan masyarakat Dusun Ragayudan yang berhasil mewujudkan pembangunan Pendopo Gunungan melalui semangat kebersamaan. Menurutnya, fasilitas tersebut merupakan contoh nyata bahwa pembangunan tidak selalu bergantung pada pemerintah, melainkan juga dapat diwujudkan melalui partisipasi aktif masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa Pendopo Gunungan merupakan aset bersama yang harus dijaga dan dimanfaatkan secara optimal. Ia berharap keberadaan bangunan tersebut dapat menjadi pusat berbagai aktivitas yang mampu mempererat hubungan sosial sekaligus meningkatkan kualitas kehidupan keagamaan masyarakat.
“Ketika masyarakat memiliki tujuan yang sama dan saling bekerja sama, berbagai hal positif dapat diwujudkan. Saya berharap pendopo ini menjadi tempat yang terus menghidupkan kegiatan sosial maupun keagamaan sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi sekarang maupun yang akan datang,” ujarnya.
Selain meresmikan pendopo, Bupati juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan perkembangan pembangunan infrastruktur di wilayah Kebumen Selatan. Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah terus berkomitmen meningkatkan kualitas akses jalan guna memperlancar mobilitas masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurutnya, beberapa proyek pembangunan jalan telah berhasil diselesaikan, di antaranya ruas Bocor–Kejayan, Jatisari–Bocor, dan Muktisari–Bocor. Pembangunan jalan tersebut diharapkan dapat mempermudah aktivitas masyarakat dalam menjalankan kegiatan sehari-hari, termasuk distribusi hasil pertanian, akses menuju fasilitas pendidikan, maupun pelayanan kesehatan.
Selain proyek yang telah selesai, pemerintah daerah juga tengah mempersiapkan pembangunan ruas jalan Arjowinangun–Banjurmukadan dan Adikarso–Sangubanyu. Kedua proyek tersebut saat ini masih berada pada tahap proses tender sebelum memasuki tahap pelaksanaan konstruksi.
Bupati menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur membutuhkan proses yang tidak singkat. Oleh karena itu, pemerintah daerah terus melakukan pengawasan agar setiap proyek berjalan sesuai dengan rencana sehingga hasilnya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
.

Ia berharap pembangunan jalan yang dilakukan pemerintah dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah, mempercepat aktivitas ekonomi masyarakat, serta memberikan akses pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak di wilayah Kebumen Selatan.
Peresmian Pendopo Gunungan menjadi momentum penting bagi masyarakat Desa Bocor karena menghadirkan sebuah ruang yang menggabungkan fungsi spiritual, sosial, dan edukatif dalam satu tempat. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu memperkuat budaya musyawarah, meningkatkan kepedulian sosial, serta menjadi sarana pembinaan karakter masyarakat melalui berbagai kegiatan keagamaan dan pendidikan.
Lebih jauh, Pendopo Gunungan juga diharapkan menjadi contoh bagaimana kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah mampu melahirkan pembangunan yang memberikan manfaat luas. Semangat gotong royong yang menjadi dasar pembangunan pendopo menjadi bukti bahwa keterlibatan masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih maju, harmonis, dan berdaya.
Dengan diresmikannya Pendopo Gunungan sebagai Majelis Tarekat sekaligus PASEBAN, masyarakat Desa Bocor kini memiliki ruang bersama yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan, mempererat hubungan sosial, serta mendorong lahirnya berbagai gagasan dan solusi bagi pembangunan desa di masa mendatang
