Sihir Antoine Griezmann di Riazor: Atletico Madrid Jinakkan Deportivo La Coruna untuk Melaju ke Perempat Final

LA CORUNA – Stadion Abanca-Riazor menjadi saksi perjuangan keras Atletico Madrid saat bertamu ke markas tim legendaris, Deportivo La Coruna, dalam babak 16 besar Copa del Rey musim 2025/2026. Melalui pertarungan sengit yang penuh tekanan, skuad asuhan Diego Simeone akhirnya berhasil membawa pulang kemenangan tipis 1-0 berkat gol semata wayang sang megabintang, Antoine Griezmann.
Pertandingan yang digelar pada Rabu dini hari WIB ini bukan sekadar laga perebutan tiket delapan besar, melainkan juga ajang pembuktian bagi Los Rojiblancos untuk bangkit setelah tantangan berat di kompetisi liga dan turnamen lainnya. Atmosfer Riazor yang penuh sesak oleh pendukung tuan rumah menciptakan tekanan mental yang nyata bagi tim tamu sejak menit pertama.
Babak Pertama: Tembok Kokoh Super Depor yang Menyulitkan
Sejak peluit pertama dibunyikan oleh wasit, Atletico Madrid langsung mengambil inisiatif serangan. Mengandalkan duet lini depan Julian Alvarez dan Antoine Griezmann, tim tamu mencoba mengurung pertahanan tuan rumah. Peluang emas pertama lahir pada menit ke-3 lewat tandukan keras Julian Alvarez memanfaatkan umpan silang akurat, namun kiper Deportivo, German Parreno, tampil sigap dengan menepis bola keluar lapangan.
Deportivo La Coruna, yang kini berkompetisi di kasta kedua, tidak menunjukkan rasa gentar sedikit pun. Di bawah instruksi pelatih Antonio Hidalgo, mereka menerapkan strategi pertahanan berlapis yang sangat disiplin. Pablo Vazquez menjadi sosok sentral di jantung pertahanan tuan rumah yang berkali-kali mematahkan alur serangan Atletico melalui sapuan bola yang krusial.
Pada menit ke-15, Atletico nyaris memecah kebuntuan. Matteo Ruggeri melepaskan tembakan spekulasi dari sisi kiri yang sayangnya hanya membentur tiang gawang. Sepuluh menit berselang, giliran Alex Baena yang mencoba peruntungan melalui tendangan jarak jauh, namun bola masih bisa diamankan dengan mudah oleh Parreno.
Tuan rumah bukan tanpa perlawanan. Di menit ke-32, Riazor hampir bergemuruh andai sundulan Zakaria Eddahchouri dari jarak dekat tidak diselamatkan secara heroik oleh kiper Juan Musso, yang dipercaya tampil menggantikan posisi penjaga gawang utama di ajang piala domestik ini. Menjelang turun minum, Griezmann sempat melepaskan dua tembakan beruntun di menit ke-38 dan ke-41, namun satu di antaranya kembali membentur tiang gawang. Skor kacamata 0-0 bertahan hingga jeda antarpelarian.
Babak Kedua: Tendangan Bebas Melengkung Griezmann Jadi Pembeda
Memasuki babak kedua, Diego Simeone tidak melakukan pergantian pemain secara instan, namun ia menginstruksikan anak asuhnya untuk bermain lebih melebar guna membongkar pertahanan rapat Deportivo. Dominasi penguasaan bola Atletico mencapai angka yang cukup dominan, memaksa Deportivo lebih banyak menunggu di area pertahanan sendiri dan mengandalkan serangan balik cepat.
Kebuntuan yang menyesakkan bagi pendukung Madrid akhirnya pecah pada menit ke-61. Berawal dari sebuah pelanggaran yang dilakukan pemain bertahan Deportivo tepat di depan kotak penalti, wasit memberikan hadiah tendangan bebas untuk Atletico.
Antoine Griezmann maju sebagai eksekutor. Dengan ketenangan luar biasa, pemain asal Prancis itu melepaskan tendangan melengkung kaki kiri yang melewati pagar betis dan bersarang tepat di sudut kanan atas gawang German Parreno. Gol indah tersebut disambut selebrasi emosional dari bangku cadangan Atletico. Skor berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan tim tamu.
Tertinggal satu gol memaksa Deportivo keluar menyerang. Dalam sepuluh menit terakhir pertandingan, suasana Riazor menjadi sangat tegang. Tuan rumah memasukkan beberapa pemain bertipe menyerang untuk mengejar ketertinggalan. Tekanan bertubi-tubi dilancarkan lewat umpan-umpan lambung, namun lini belakang Atletico yang digalang oleh Clement Lenglet dan Robin Le Normand tetap berdiri kokoh menghalau setiap ancaman udara.
Hingga peluit panjang ditiupkan, skor 1-0 tetap bertahan. Kemenangan ini memastikan langkah Atletico Madrid ke babak perempat final Copa del Rey, sekaligus menjaga asa mereka untuk meraih trofi di musim ini setelah melalui perjuangan yang sangat melelahkan di markas lawan yang sulit.
Analisis Pertandingan: Statistik dan Catatan Kunci
Dari segi teknis, penguasaan bola Atletico mencapai lebih dari enam puluh persen, menunjukkan kendali permainan yang kuat namun minim kreativitas di sepertiga akhir lapangan pada paruh pertama. Tim asuhan Simeone melepaskan total empat belas tembakan dengan lima di antaranya tepat sasaran. Sementara itu, Deportivo meskipun kalah dalam penguasaan bola, mampu menciptakan tujuh peluang yang beberapa di antaranya sangat mengancam gawang Musso.
Dominasi Tanpa Efektivitas di Babak Pertama
Atletico Madrid menguasai jalannya laga sejak awal, namun mereka kesulitan dalam penyelesaian akhir. Dua kali bola membentur tiang gawang menunjukkan betapa tidak beruntungnya lini depan mereka di babak pertama. Hal ini sempat memunculkan kekhawatiran akan terjadinya kejutan seperti yang sering terjadi di ajang piala di mana tim besar terjungkal oleh tim divisi bawah.
Kedewasaan Antoine Griezmann
Griezmann kembali membuktikan mengapa ia menjadi pemain paling vital bagi Simeone. Di saat permainan terbuka menemui jalan buntu, kemampuan individu lewat situasi bola mati menjadi kunci kemenangan. Gol tendangan bebasnya disebut-sebut sebagai salah satu momen krusial yang menenangkan mentalitas tim di tengah tekanan suporter lawan.
Pertahanan Disiplin Deportivo
Meskipun kalah, Deportivo La Coruna layak mendapatkan apresiasi. Sebagai tim dari divisi bawah, mereka mampu membuat tim bertabur bintang seperti Atletico frustrasi selama lebih dari satu jam. Penampilan German Parreno di bawah mistar gawang juga menjadi sorotan karena berhasil menggagalkan banyak peluang matang dari Julian Alvarez dan barisan gelandang serang Atletico.
Sejarah Pertemuan dan Konteks Persaingan
Kemenangan ini memperpanjang catatan positif Atletico Madrid atas Deportivo La Coruna dalam beberapa tahun terakhir. Meskipun Deportivo saat ini berada di kasta kedua, pertemuan kedua tim selalu membawa nostalgia era Super Depor yang pernah merajai Spanyol. Sejarah menunjukkan bahwa bertandang ke Riazor tidak pernah menjadi tugas yang mudah bagi klub manapun, termasuk raksasa dari ibu kota.
Dalam sejarah pertemuan jangka panjang, kedua tim telah berbagi banyak momen dramatis. Keberhasilan Atletico mencuri kemenangan tipis ini mengukuhkan dominasi taktis Simeone yang dikenal sangat pragmatis namun efektif dalam kompetisi sistem gugur. Kemenangan 1-0 adalah skor yang sangat identik dengan gaya permainan Atletico yang memprioritaskan keamanan lini belakang setelah berhasil mencuri keunggulan.
Bagi Atletico Madrid, kemenangan ini adalah suntikan moral yang sangat dibutuhkan. Mereka kini menanti hasil undian babak perempat final yang akan segera dilakukan. Dengan tersingkirnya beberapa tim unggulan di babak-babak sebelumnya, Atletico kini menjadi salah satu kandidat kuat untuk mengangkat trofi Copa del Rey musim ini. Simeone menyatakan bahwa fokus tim kini harus terbagi dengan cermat antara kompetisi liga dan piala demi menjaga peluang juara.
Sementara itu, bagi Deportivo La Coruna, kekalahan ini membuat mereka bisa kembali fokus penuh pada target utama mereka, yaitu kembali ke kasta tertinggi sepak bola Spanyol. Performa solid yang mereka tunjukkan saat melawan Atletico diyakini akan menjadi modal psikologis yang kuat bagi para pemain untuk menghadapi sisa pertandingan di liga domestik mereka.
Pertandingan ini berakhir dengan rasa hormat antara kedua kubu. Meski rivalitas di lapangan sangat tinggi, kualitas permainan yang ditampilkan memberikan tontonan yang menghibur bagi para penggemar sepak bola. Riazor mungkin belum bisa merayakan kemenangan kali ini, namun semangat yang ditunjukkan tim tuan rumah menjanjikan masa depan yang lebih cerah bagi para pendukungnya.
Atletico kini pulang ke Madrid dengan kepala tegak, membawa tiket delapan besar dan kepercayaan diri yang meningkat. Tantangan berikutnya di perempat final dipastikan akan lebih berat, namun dengan performa Griezmann yang sedang berada di puncak, Los Colchoneros memiliki alasan kuat untuk tetap optimistis meraih kesuksesan di penghujung musim nanti.
