Lifestyle

Merayakan “Enggak Apa-apa”: Ketika Keresahan Digital Menjadi Narasi Literasi yang Menyembuhkan di BIL Fest 2026

Ada masa ketika hidup terasa seperti layar yang tak pernah berhenti menyala. Notifikasi datang bergantian, kabar baru menggantikan kabar lama dalam hitungan detik, dan kita perlahan terbiasa mengukur diri dari angka-angka: jumlah tayangan, jumlah suka, jumlah orang yang memperhatikan. Di tengah derasnya arus digital itu, banyak orang diam-diam menyimpan keresahan yang tidak sempat diberi nama. Kita terlihat baik-baik saja, tetapi sering kali kelelahan mengejar sesuatu yang bahkan belum tentu kita pahami.

Karena itu, Banyumas International Literacy Festival 2026 mengajak kita berhenti sejenak melalui Niatan “Selamet”. Bukan sekadar selamat sebagai ucapan, melainkan selamet sebagai cara memandang hidup: menerima bahwa tidak semua hal harus sempurna, tidak semua perjalanan harus cepat, dan tidak semua kegagalan harus disembunyikan. Dalam bincang inspiratif bersama Mas Koko Ganteng dan Mas Fajrul Gaul, keresahan yang lahir dari dunia digital tidak akan diperlakukan sebagai kelemahan, melainkan sebagai pengalaman manusia yang layak didengar dan diceritakan.

Ada kekuatan yang sering terlupakan dalam literasi. Bukan hanya kemampuan membaca buku atau menulis kalimat, tetapi kemampuan membaca diri sendiri. Ketika seseorang mampu mengubah rasa cemas menjadi cerita, mengubah kebingungan menjadi refleksi, dan mengubah pengalaman menjadi pengetahuan yang bisa dibagikan, saat itulah literasi bekerja sebagai jalan penyembuhan. Narasi memberi ruang bagi luka untuk berbicara tanpa harus berteriak, sekaligus memberi kesempatan bagi orang lain untuk merasa tidak sendirian.

Dari sanalah dampak besar sering bermula. Sebuah percakapan sederhana dapat menumbuhkan keberanian baru. Sebuah cerita yang jujur dapat menjadi penghiburan bagi orang yang tidak pernah kita kenal. Sebuah festival literasi dapat menjadi titik temu antara mereka yang mencari jawaban dan mereka yang sedang belajar menerima pertanyaan. Ketika keresahan dipertukarkan menjadi pengetahuan dan empati, komunitas yang sehat perlahan terbentuk.

Maka pada 11 Juni 2026, di Taman Belakang Hetero Space Banyumas, kita tidak hanya berkumpul untuk menghadiri acara. Kita datang untuk merayakan “enggak apa-apa”. Enggak apa-apa jika sedang lelah. Enggak apa-apa jika belum sampai tujuan. Enggak apa-apa jika hidup tidak selalu sesuai rencana. Sebab kadang-kadang, makna selamet bukanlah berhasil melewati semuanya tanpa luka, melainkan tetap mampu duduk bersama, berbagi cerita, dan pulang dengan hati yang terasa sedikit lebih ringan daripada saat datang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *