Layar Tanjleb FFP 2026 Meriahkan Talagening, Warga Antusias Nikmati Film Bersama Di Ruang Terbuka

Ratusan warga memadati Lapangan Desa Talagening, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga, untuk mengikuti pemutaran film Layar Tanjleb dalam rangkaian Festival Film Purbalingga (FFP) 2026.
PURBALINGGA – Ratusan warga memadati Lapangan Desa Talagening, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga, pada Minggu, 5 Juli 2026 malam untuk mengikuti pemutaran film keliling melalui program Layar Tanjleb. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan 2 Dekade Festival Film Purbalingga (FFP) 2026 yang menghadirkan hiburan sekaligus ruang apresiasi bagi karya perfilman.
Sejak sore hari, masyarakat mulai berdatangan bersama keluarga, teman, hingga anak-anak untuk menikmati suasana menonton film di ruang terbuka. Antusiasme warga terlihat dari ramainya area lapangan yang dipenuhi penonton hingga acara berlangsung.
Program Layar Tanjleb menghadirkan berbagai jenis film, mulai dari karya sineas nasional hingga film pendek hasil produksi pelajar Banyumas Raya. Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya memperoleh hiburan, tetapi juga diajak mengenal hasil karya para pembuat film dari daerah.
Selain menjadi tontonan yang menghibur, kegiatan tersebut turut memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) membuka lapak makanan, minuman, serta jajanan di sekitar lokasi pemutaran. Ramainya pengunjung membuat para pedagang memperoleh tambahan pembeli selama acara berlangsung.
Kepala Desa Talagening, Ibnu Sulistyo, mengatakan pemerintah desa menyambut baik kembali digelarnya program Layar Tanjleb di wilayahnya. Menurutnya, kegiatan tersebut pernah diselenggarakan di Desa Talagening pada 2019 dan kini kembali hadir dengan penyelenggaraan yang lebih baik.
“Kami senang kembali dipercaya menjadi lokasi pemutaran. Program ini sudah berkembang menjadi lebih mandiri dan kami siap mendukung pelaksanaannya,” ujar Ibnu Sulistyo.
Dalam pemutaran kali ini, penonton disuguhi sejumlah film pendek dengan beragam cerita. Salah satunya adalah Tumbuhlah, karya sutradara Magung Budiman yang diproduksi Kareem Production. Selain itu, diputar pula Little Rebels Cinema Club, garapan Khozy Rizal produksi Hore Pictures.
Tak hanya menampilkan karya sineas profesional, acara tersebut juga memberikan ruang bagi film hasil kompetisi pelajar Banyumas Raya. Dua film yang diputar yaitu Rungsing karya Rizqi Ihanudin dari Sawana Production SMA Negeri Wanadadi Banjarnegara dan Ompreng karya Farah Livia Linda dari Gunung Slamet Film SMA Negeri 1 Bobotsari.
Sebagai penutup rangkaian pemutaran, panitia menghadirkan film layar lebar Satria Dewa: Gatotkaca karya sutradara Hanung Bramantyo produksi Satria Dewa Studio. Penayangan film tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang bertahan hingga akhir acara.
Salah seorang penonton, Agus Safari, mengaku senang bisa menikmati kembali suasana menonton film di lapangan desa. Menurutnya, kegiatan seperti ini membangkitkan kenangan akan hiburan rakyat yang dahulu sering digelar dan kini dapat dinikmati bersama keluarga.
“Kegiatan seperti ini membuat saya bernostalgia. Bedanya sekarang saya bisa menikmatinya bersama keluarga,” kata Agus.

Kehadiran Layar Tanjleb tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM yang berjualan di sekitar lokasi pemutaran.
Manfaat kegiatan tersebut juga dirasakan para pedagang. Slamet Riyadi, penjual cilor dan es jeruk asal Kecamatan Bojongsari, mengaku jumlah pembeli meningkat selama acara berlangsung sehingga memberikan tambahan penghasilan.
“Alhamdulillah ada tambahan pembeli. Semoga kegiatan seperti ini terus diadakan sehingga bisa membantu pedagang kecil,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna Dharma Bakti Desa Talagening, Pujianto, menilai Layar Tanjleb bukan sekadar menjadi hiburan bagi masyarakat. Menurutnya, kegiatan tersebut juga mampu mempererat hubungan antarwarga sekaligus menumbuhkan apresiasi terhadap karya para sineas muda.
“Kami berharap kegiatan ini terus berlanjut. Selain menjadi hiburan yang terjangkau, Layar Tanjleb juga memberi ruang bagi masyarakat untuk mengenal karya para sineas muda,” ungkap Pujianto.
