Ekonomi

Empat Desa di Banyumas Berpeluang Menerima Bantuan Rp500 Juta per Tahun dari Bank Dunia


Banyumas, Selasa (7/7/2026) – Empat desa di Kabupaten Banyumas berpeluang memperoleh bantuan senilai sekitar Rp500 juta per tahun melalui Program Swasembada Ekonomi Hijau dan Pangan Terintegrasi (SEHATI) yang didukung oleh Bank Dunia. Program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), Pemerintah Kabupaten Banyumas, dan Bank Dunia untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan perekonomian desa, serta mendorong pembangunan yang berkelanjutan.

Empat desa yang menjadi lokasi penjajakan awal program tersebut ialah Desa Wlahar Kulon di Kecamatan Patikraja, Desa Tumiyang di Kecamatan Kebasen, Desa Pengadegan di Kecamatan Wangon, dan Desa Karanganyar di Kecamatan Jatilawang. Keempat desa dipilih karena dinilai memiliki potensi untuk mengembangkan sektor pertanian, pemberdayaan masyarakat, serta pengelolaan sumber daya desa secara berkelanjutan.

Kunjungan dan penjajakan program dilaksanakan pada Selasa, 7 Juli 2026. Dalam kegiatan tersebut, perwakilan Kemendes PDT bersama tim Bank Dunia melakukan diskusi dan peninjauan langsung terhadap kondisi desa yang menjadi calon penerima program. Peninjauan tersebut bertujuan untuk melihat kesiapan desa dalam menjalankan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan ekonomi hijau dan ketahanan pangan.

Program SEHATI dirancang untuk membantu desa membangun sistem ekonomi yang lebih mandiri dengan memanfaatkan potensi lokal secara optimal. Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa dukungan pendanaan, tetapi juga mencakup pendampingan, pelatihan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penyediaan sarana dan prasarana yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing desa. Dengan demikian, bantuan yang diterima diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Banyumas menyambut baik rencana pelaksanaan program tersebut. Kehadiran Program SEHATI dinilai dapat mempercepat pembangunan desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain memperkuat sektor pertanian, program ini juga diharapkan mampu membuka peluang usaha baru, menciptakan lapangan pekerjaan, dan meningkatkan pendapatan masyarakat desa melalui pengelolaan potensi lokal yang lebih produktif.

Konsep ekonomi hijau yang diusung dalam Program SEHATI menitikberatkan pada pembangunan yang memperhatikan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan. Oleh karena itu, desa-desa yang mengikuti program didorong untuk memanfaatkan sumber daya alam secara bijaksana, mengembangkan pertanian ramah lingkungan, mengelola limbah dengan baik, serta menjaga keberlanjutan ekosistem di wilayahnya.

Selain aspek lingkungan, program ini juga memberikan perhatian terhadap ketahanan pangan masyarakat. Melalui berbagai kegiatan pendampingan dan penguatan kapasitas, desa diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sektor pertanian sehingga kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan. Upaya tersebut juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat perekonomian desa di tengah berbagai tantangan global.

Keberhasilan Program SEHATI tidak hanya bergantung pada besarnya bantuan yang diberikan, tetapi juga pada keterlibatan aktif masyarakat desa. Partisipasi warga dalam setiap tahapan pelaksanaan program menjadi faktor penting agar seluruh kegiatan dapat berjalan sesuai tujuan. Pemerintah desa bersama kelompok masyarakat diharapkan mampu bekerja sama dalam menyusun perencanaan, melaksanakan kegiatan, hingga melakukan evaluasi terhadap hasil program.

Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, setiap desa berpeluang memperoleh bantuan sekitar Rp500 juta setiap tahun. Dana dan dukungan tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kegiatan yang telah dirancang sesuai kebutuhan desa masing-masing. Dengan pendekatan tersebut, pembangunan diharapkan lebih tepat sasaran dan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Melalui Program SEHATI, Pemerintah Kabupaten Banyumas berharap desa-desa yang terpilih dapat menjadi contoh dalam pengembangan ekonomi hijau dan ketahanan pangan di Indonesia. Program ini juga diharapkan mampu memperkuat kemandirian desa, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta mendorong terciptanya pembangunan yang berkelanjutan. Jika implementasinya berhasil, bukan tidak mungkin program serupa akan diperluas ke desa-desa lain sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat di Kabupaten Banyumas maupun daerah lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *