Lokal

Kemarau Meluas, BPBD Cilacap Salurkan 221 Ribu Liter Air Bersih Untuk Warga

CILACAP, 12 Juli 2026 – Dampak musim kemarau di Kabupaten Cilacap semakin meluas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap terus mendistribusikan bantuan air bersih kepada masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari. Hingga pertengahan Juli, total bantuan yang telah disalurkan mencapai 221 ribu liter air bersih kepada ribuan warga di sejumlah wilayah terdampak.

Musim kemarau yang berlangsung dalam beberapa pekan terakhir menyebabkan ketersediaan air bersih di sejumlah desa terus berkurang. Penurunan debit sumber air membuat masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari memasak, mandi, hingga mencuci. Kondisi tersebut mendorong BPBD Kabupaten Cilacap untuk terus menyalurkan bantuan air bersih secara bertahap sesuai kebutuhan masyarakat.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap, Taryo, menjelaskan bahwa hingga saat ini sebanyak 46 tangki atau sekitar 221 ribu liter air bersih telah didistribusikan kepada 3.042 kepala keluarga (KK) atau sekitar 11.087 jiwa yang berada di 10 desa pada tujuh kecamatan. Penyaluran dilakukan bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cilacap agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau.

Sebagian besar bantuan air bersih berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Cilacap, sedangkan sisanya merupakan bantuan PMI melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Kerja sama tersebut diharapkan mampu mempercepat distribusi air ke wilayah-wilayah yang mengalami kekeringan.

Beberapa desa yang menerima bantuan antara lain berada di Kecamatan Kampunglaut, Jeruklegi, Patimuan, dan Gandrungmangu. BPBD terus memantau perkembangan kondisi di lapangan agar penyaluran bantuan dapat dilakukan secara merata sesuai tingkat kebutuhan masyarakat di setiap wilayah terdampak.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak selama musim kemarau berlangsung. Selain itu, warga juga diminta segera melapor kepada pemerintah desa atau BPBD apabila mulai mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

BPBD Kabupaten Cilacap memastikan akan terus melakukan pemantauan terhadap wilayah yang terdampak kekeringan. Apabila jumlah desa yang mengalami krisis air bertambah, distribusi bantuan akan disesuaikan agar kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi selama musim kemarau masih berlangsung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *