Rumah Warga Di Karangreja Ludes Terbakar, Diduga Dipicu Bara Tungku Yang Belum Padam

PURBALINGGA – Sebuah rumah milik Rasido, warga Purwasari RT 5 RW 1, Desa Karangreja, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, ludes terbakar pada Senin (13/7/2026). Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh bara tungku kayu yang belum padam sepenuhnya setelah digunakan memasak sehingga kembali menyala dan membakar bangunan rumah.
Kobaran api pertama kali diketahui saat asap mulai keluar dari bagian rumah. Karena sebagian bangunan masih menggunakan material yang mudah terbakar, api dengan cepat membesar dan menjalar ke hampir seluruh bagian rumah. Warga yang melihat kejadian tersebut langsung berdatangan untuk memberikan bantuan. Dengan menggunakan peralatan seadanya, mereka berusaha memadamkan api sambil menghubungi petugas pemadam kebakaran.
Kepala Pos Pemadam Kebakaran Bobotsari, Teguh Priyanto, mengatakan bahwa tim menerima laporan kebakaran dan segera menuju lokasi. Petugas tiba sekitar pukul 15.35 WIB dan langsung melakukan proses pemadaman agar api tidak menyebar ke bangunan lain yang berada di sekitar rumah korban.
Proses pemadaman berlangsung cukup lama karena api sudah terlanjur membesar ketika petugas tiba. Selain memadamkan kobaran api, petugas juga melakukan pendinginan di beberapa bagian bangunan untuk memastikan tidak ada bara yang masih tersisa. Setelah bekerja lebih dari satu jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 17.00 WIB.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kebakaran diduga berasal dari bara api yang masih tersisa di dalam tungku kayu setelah digunakan memasak. Bara tersebut diduga belum benar-benar padam sehingga kembali menyala dan membakar benda-benda di sekitarnya. Api kemudian terus membesar hingga menghanguskan seluruh bangunan rumah beserta berbagai barang milik korban.
Akibat peristiwa tersebut, rumah milik Rasido mengalami kerusakan berat dan tidak dapat lagi ditempati. Berbagai perabot rumah tangga serta barang-barang berharga yang berada di dalam rumah juga ikut terbakar. Meski demikian, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut karena penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri.
Kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai sekitar Rp15 juta. Setelah api berhasil dipadamkan, petugas kembali memeriksa lokasi kejadian untuk memastikan tidak ada titik api yang masih berpotensi memicu kebakaran susulan. Pemeriksaan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi agar api tidak kembali muncul setelah proses pemadaman selesai.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat menggunakan tungku kayu maupun sumber api lainnya di rumah. Sebelum meninggalkan dapur atau beristirahat, masyarakat diimbau memastikan bara benar-benar padam sehingga tidak menimbulkan risiko kebakaran.
Selain itu, warga juga diharapkan rutin memeriksa kondisi dapur dan lingkungan sekitar, terutama apabila masih menggunakan peralatan memasak tradisional. Langkah sederhana seperti memastikan api telah padam, membersihkan bahan yang mudah terbakar di sekitar tungku, serta segera menghubungi petugas apabila terjadi kebakaran dapat membantu mengurangi risiko kerugian yang lebih besar.
Kejadian yang menimpa Rasido menjadi pelajaran bahwa kebakaran dapat terjadi akibat hal-hal yang terlihat sepele. Oleh karena itu, meningkatkan kewaspadaan dalam menggunakan api di lingkungan rumah menjadi tanggung jawab bersama agar keselamatan keluarga maupun lingkungan sekitar tetap terjaga.
