Manchester City Gagal Pangkas Jarak Setelah Ditahan Imbang Sunderland Tanpa Gol

Tren kemenangan beruntun Manchester City akhirnya terhenti di awal tahun 2026. Bertandang ke markas Sunderland, Stadium of Light, pada Jumat (2/1/2026) dini hari WIB, skuad asuhan Pep Guardiola dipaksa berbagi poin setelah bermain imbang tanpa gol 0-0. Hasil ini menjadi pukulan bagi The Citizens dalam upaya mereka mengejar Arsenal di puncak klasemen, sementara bagi Sunderland, ini adalah pembuktian bahwa mereka adalah kekuatan yang patut diperhitungkan musim ini.
Babak Pertama: Drama VAR dan Perlawanan Militan Black Cats
Pertandingan dimulai dengan intensitas yang sangat tinggi. Manchester City, yang datang dengan ambisi besar untuk memangkas jarak poin dari pemuncak klasemen, langsung mengambil inisiatif serangan. City sebenarnya sempat bersorak pada menit ke-6. Berawal dari umpan matang Erling Haaland, Bernardo Silva berhasil menyontek bola masuk ke gawang Sunderland dari jarak dekat. Namun, kegembiraan tim tamu tak bertahan lama. Setelah melalui peninjauan Video Assistant Referee (VAR), gol tersebut dianulir karena Silva terjepit posisi offside yang sangat tipis.
Gagal unggul cepat tidak membuat City mengendurkan serangan. Namun, Sunderland yang dijuluki The Black Cats menunjukkan mengapa mereka belum terkalahkan di kandang musim ini. Lini pertahanan yang dipimpin oleh duet bek solid tampil sangat disiplin.
Sunderland justru hampir mencuri keunggulan pada menit ke-16. Penyerang mereka, Brian Brobbey, berhasil memenangi duel fisik dengan bek tangguh City, Ruben Dias. Brobbey melepaskan tembakan keras dari sudut sempit, namun kiper Gianluigi Donnarumma tampil sigap memblok bola. Tak berhenti di situ, Eliezer Mayenda juga sempat mengancam lewat tusukan dari sisi kanan, meski penyelesaian akhirnya masih meleset dari gawang.
Menjelang akhir babak pertama, Erling Haaland mendapatkan peluang emas pertamanya. Menerima umpan silang dari Phil Foden, pemain asal Norwegia itu melepaskan tembakan rendah. Namun, kiper Sunderland, Robin Roefs, tampil heroik dengan melakukan penyelamatan gemilang menggunakan kakinya. Skor kacamata bertahan hingga turun minum.
Babak Kedua: Dominasi City vs Tembok Kokoh Robin Roefs
Memasuki paruh kedua, Pep Guardiola mencoba meningkatkan daya gedor dengan memasukkan Rodri yang baru pulih dari cedera. Kehadiran Rodri membuat aliran bola City lebih stabil, namun Sunderland tetap bermain dengan organisasi pertahanan yang sangat rapat.
Menurut laporan DetikSport, City terus menggempur lewat sisi sayap yang dihuni oleh Savinho dan pemain muda Rayan Cherki. Savinho sempat mendapatkan peluang terbuka di dalam kotak penalti, namun tendangannya justru melambung jauh di atas mistar. Tak lama kemudian, giliran Josko Gvardiol yang naik membantu serangan. Sundulan bek asal Kroasia itu dari situasi sepak pojok sudah mengarah ke pojok gawang, namun lagi-lagi Robin Roefs melakukan penyelamatan refleks yang luar biasa.
Sunderland, meski lebih banyak tertekan, tetap berbahaya lewat serangan balik. Wilson Isidor, yang masuk menggantikan Brobbey, hampir saja membuat publik tuan rumah bergemuruh di menit-menit akhir. Ia berhasil meloloskan diri dari kawalan lini belakang City dan melepaskan tembakan yang melewati jangkauan Donnarumma. Beruntung bagi City, bola hanya menerpa sisi luar jaring gawang.
Di sepuluh menit terakhir, City memasukkan Jeremy Doku dan Tijjani Reijnders untuk mencari celah. Tekanan bertubi-tubi dilakukan, namun blok-blok krusial dari pemain Sunderland seperti Nordi Mukiele dan Omar Alderete membuat gawang tuan rumah tetap perawan hingga peluit panjang dibunyikan.
Hasil imbang ini memberikan dampak signifikan pada persaingan gelar juara. Manchester City kini mengoleksi 41 poin dari 19 pertandingan. Meskipun tetap berada di posisi kedua, mereka kini tertinggal empat poin dari Arsenal yang kokoh di puncak klasemen dengan 45 poin.
Di sisi lain, Sunderland terus menunjukkan performa impresif sebagai tim promosi. Tambahan satu poin ini membuat mereka tetap bertengger di posisi ketujuh dengan raihan 29 poin. Keberhasilan menahan imbang sang juara bertahan semakin memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka di Stadium of Light, yang kini menjadi salah satu stadion paling angker bagi tim-tim besar di Premier League musim 2025/2026.
Statistik Pertandingan
Skor Akhir: Sunderland 0 – 0 Manchester City
Penguasaan Bola: 33% – 67%
Total Tembakan: 10 – 14
Tembakan ke Gawang: 3 – 5
Pelanggaran: 12 – 8
Kartu Kuning: 2 – 1
Komentar Pelatih
Usai laga, Pep Guardiola menyatakan kekecewaannya namun tetap memuji disiplin lawan. “Kami menciptakan cukup banyak peluang, terutama di dalam kotak penalti, namun kami tidak cukup tajam hari ini. Sunderland bertahan dengan sangat baik, mereka menutup ruang dengan luar biasa,” ujar Pep.
Sementara itu, pelatih Sunderland, Régis Le Bris, mengaku bangga dengan semangat juang anak asuhnya. “Bermain melawan tim terbaik dunia dan meraih poin adalah pencapaian besar. Para pemain mengikuti rencana dengan sempurna dan Robin (Roefs) tampil luar biasa di bawah mistar,” katanya dengan penuh semangat.
Kegagalan City mencetak gol di laga ini menandai pertama kalinya Erling Haaland gagal mencatatkan namanya di papan skor dalam dua laga beruntun musim ini. Strategi Sunderland yang menumpuk pemain di tengah dan mengandalkan kecepatan sayap terbukti efektif meredam kreativitas Phil Foden dkk. Meskipun City mendominasi penguasaan bola secara absolut, koordinasi lini belakang Sunderland patut diacungi jempol.
Hasil ini membuat persaingan papan atas Premier League semakin memanas, mengingat tim-tim di bawah City seperti Liverpool dan Chelsea juga memenangkan pertandingan mereka di pekan ini.
