Fashion

Tren Quiet Luxury Mulai Dilirik Seleb Indonesia

Gaya berpakaian sederhana namun berkelas atau yang dikenal dengan istilah quiet luxury mulai menunjukkan pengaruh kuat di dunia fashion Tanah Air. Sejumlah selebritas Indonesia terlihat mengadopsi gaya ini dalam berbagai kesempatan, baik saat tampil di acara resmi maupun dalam unggahan media sosial mereka.

Quiet luxury dikenal sebagai gaya berpakaian yang menghindari logo besar dan detail mencolok. Fokusnya ada pada potongan rapi, warna netral, serta kualitas bahan. Alih-alih menonjolkan merek, gaya ini lebih menekankan kesan elegan yang tenang dan tidak berlebihan.

Dalam beberapa bulan terakhir, gaya berpakaian selebritas seperti penggunaan blazer polos, tas tanpa logo mencolok, hingga sepatu berdesain klasik mulai menarik perhatian publik. Banyak netizen menyebut tampilan tersebut terlihat “mahal tanpa harus ramai”. Tren ini juga dianggap sebagai pergeseran dari gaya flexing yang sebelumnya mendominasi media sosial.

Pengamat fashion menilai tren quiet luxury muncul sebagai respons terhadap kejenuhan publik terhadap gaya glamor berlebihan. Di tengah arus media sosial yang penuh visual mencolok, gaya sederhana justru terasa lebih segar dan relevan. Quiet luxury juga dianggap lebih mudah ditiru karena tidak bergantung pada item yang terlalu ekstrem.

Wolipop mencatat bahwa tren ini tidak hanya muncul di kalangan selebritas, tetapi juga mulai diadaptasi oleh masyarakat urban. Banyak pekerja muda hingga konten kreator fashion mulai mengunggah inspirasi outfit dengan nuansa minimalis dan warna-warna netral seperti hitam, putih, beige, dan abu-abu.

Selain faktor estetika, gaya quiet luxury juga berkaitan dengan perubahan cara pandang terhadap fashion. Konsumen kini mulai lebih selektif dalam berbelanja. Kualitas, daya tahan, dan fleksibilitas pemakaian menjadi pertimbangan utama dibandingkan sekadar mengikuti tren musiman.

Brand lokal pun mulai merespons tren ini dengan menghadirkan koleksi yang lebih sederhana namun berkelas. Potongan clean, material premium, serta desain timeless menjadi nilai jual utama. Hal ini membuka peluang bagi industri fashion lokal untuk bersaing tanpa harus bergantung pada logo besar atau gimmick visual.

Di media sosial, tren quiet luxury kerap dibahas bersamaan dengan istilah old money look. Meski sering disamakan, pengamat menilai keduanya memiliki perbedaan. Quiet luxury lebih menekankan kesan elegan yang understated, sementara old money look cenderung mengacu pada gaya klasik yang terinspirasi dari keluarga aristokrat.

Menariknya, tren ini juga dianggap lebih inklusif. Gaya berpakaian yang sederhana memungkinkan siapa pun menyesuaikannya dengan budget masing-masing. Tidak sedikit netizen yang membuktikan bahwa tampilan quiet luxury bisa dicapai dengan item lokal atau thrift tanpa mengurangi kesan rapi dan berkelas.

Bagi selebritas, adopsi gaya ini juga berpengaruh terhadap citra publik. Tampilan yang lebih kalem dan dewasa dinilai mampu memperkuat kesan profesional dan elegan. Hal ini menjadi penting, terutama bagi figur publik yang ingin menjaga reputasi jangka panjang di industri hiburan dan fashion.

Seiring berkembangnya tren ini, para fashion editor menilai quiet luxury tidak akan bersifat sesaat. Selama publik masih mencari kenyamanan, kesederhanaan, dan kepraktisan, gaya ini diprediksi tetap relevan dalam waktu yang cukup lama.

Tren quiet luxury akhirnya menunjukkan bahwa fashion tidak selalu tentang tampil paling mencolok. Dalam kesederhanaan, justru muncul kesan eksklusif yang membuat gaya ini semakin diminati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *