Tak Hanya Fasih Ngaji, 60 Santri An Najah Purwokerto Digembleng Jadi Pengusaha oleh Tim PkM Unsoed

PURWOKERTO – Citra santri yang selama ini identik sebatas berkutat dengan ilmu agama dan kitab kuning mendadak tampil beda. Ratusan ide bisnis justru meletup dari tangan-tangan kreatif para santri Pesantren Mahasiswa An Najah Purwokerto.
Bertempat di Sekretariat ISNU Cabang Kabupaten Banyumas pada Kamis (27/8/2026) pagi, sebanyak 60 santri yang mayoritas santriwati tampak antusias mendalami dunia bisnis dari nol.
Kegiatan bertajuk Seminar Kewirausahaan ini digelar oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) sebagai bagian dari rangkaian Studi Islam Intensif Liburan dan Pekan Olahraga Seni Santri ke-21.
Bekali Santri Hadapi Tantangan Dunia Kerja
Dalam pelatihan tersebut, Tim PkM Unsoed menghadirkan dua pakar sebagai narasumber, yakni Prof. Drs. Nurul Anwar, M.S., Ph.D. (Dosen FEB Unsoed) dan Dr. Akhmad Rizqul Karim, S.P., M.Sc. (Dosen Fakultas Pertanian Unsoed).
Dr. Rizqul Karim secara khusus membedah materi Business Model Canvas (BMC). Para santri diajarkan memetakan ide bisnis secara realistis, mulai dari menentukan target pasar hingga merancang model pendapatan usaha.
Menurut Rizqul Karim, kegiatan ini merupakan ikhtiar nyata untuk membentuk kemandirian ekonomi para santri di tengah sengitnya persaingan lapangan kerja saat ini.
“Santri perlu membekali diri dengan soft skill dan karakter kewirausahaan yang kuat, berdampingan dengan penguasaan ilmu agama yang selama ini menjadi identitas utama mereka,” ungkapnya.
Langsung Praktik dan Diberi Modal Usaha
Ilmu kewirausahaan yang dipaparkan tak berhenti sebagai teori semata. Di akhir acara, para santri langsung dibagi ke dalam delapan kelompok untuk menyusun prototipe bisnis, merancang BMC, hingga menghitung kebutuhan peralatan usaha.
Guna memacu semangat, setiap kelompok mendapatkan stimulan modal awal. Tak hanya itu, satu kelompok dengan konsep bisnis terbaik bakal disokong pendanaan penuh untuk pengadaan peralatan usahanya.
Manfaat pelatihan ini dirasakan langsung oleh Adifa Tul Munawwarah, santri An Najah yang juga mahasiswi UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (Saizu) Purwokerto. Ia mengaku yang semula awam kini makin percaya diri untuk melangkah ke dunia usaha.
Ia pun berharap program pendampingan seperti ini bisa menjadi agenda rutin tahunan untuk menggembleng mental berbisnis mahasiswa dan santri.
“Ilmunya Daging Banget”
Kesan positif juga datang dari Faris Yusra, santri putra An Najah yang bertindak sebagai moderator diskusi. Ia menilai materi yang disajikan sangat berbobot dan praktis.
“Sangat bermakna, ilmunya ‘daging’ (berisi) banget. Semoga ini jadi peluang bagi kami untuk mengamalkan ilmu yang didapat hari ini,” tutur Faris usai acara.
Faris berharap seminar ini melahirkan karya nyata dan tidak berhenti sebatas wacana. “Semoga ada hasil atau produk konkret yang lahir dari seminar kewirausahaan ini,” tambahnya.
Semangat para santri ini akan terus dikawal. Dalam kurun waktu tiga hingga empat minggu ke depan, Tim PkM UNSOED dijadwalkan kembali hadir untuk mendampingi para santri mempresentasikan hasil prototipe dan produk bisnis yang telah mereka kembangkan.
