Nasional

Perjalanan Wisata Mahasiswa KKN di Tanah Bumbu Berakhir Tragedi, Tujuh Orang Tewas dalam Kecelakaan Maut

Tanah Bumbu – Suasana pengabdian mahasiswa melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, berubah menjadi tragedi yang menyayat hati. Perjalanan yang semula direncanakan sebagai agenda rekreasi singkat di sela-sela kegiatan KKN berakhir dengan kecelakaan maut setelah mobil pikap yang mengangkut rombongan mahasiswa bertabrakan dengan sebuah truk tangki di Jalan Bypass Desa Gunung Raya, Kecamatan Mantewe, Sabtu (1/8/2026) sekitar pukul 12.00 WITA.

Insiden tersebut mengakibatkan tujuh orang meninggal dunia, terdiri atas lima mahasiswa peserta KKN, seorang pengemudi pikap yang merupakan anggota Karang Taruna, serta sopir truk tangki. Sementara itu, satu mahasiswa lainnya berhasil selamat dan kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka yang dideritanya.

Berdasarkan informasi dari kepolisian, rombongan mahasiswa berasal dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kalimantan Selatan yang tengah menjalankan program KKN di wilayah Mantewe. Pada hari kejadian, mereka memanfaatkan waktu luang untuk menuju kawasan wisata Sungai Alut di Desa Gunung Raya sebagai sarana melepas penat setelah menjalankan aktivitas pengabdian kepada masyarakat.

Menurut Kapolsek Mantewe AKP Kusnin, kendaraan pikap yang mereka tumpangi membawa tujuh mahasiswa bersama seorang sopir dari Karang Taruna. Ia membenarkan bahwa kecelakaan tersebut menewaskan tujuh orang dan hanya menyisakan satu korban selamat.

“Benar ada tujuh orang meninggal dunia. Satu orang selamat dan masih menjalani perawatan di rumah sakit akibat kecelakaan lalu lintas di Jalan Bypass Desa Gunung Raya, Mantewe,” ujar AKP Kusnin.

Kronologi kecelakaan bermula ketika truk tangki yang dikemudikan MI melaju dari arah Banjarbaru menuju Batulicin. Saat memasuki ruas Jalan Alternatif Banjarbaru–Batulicin di Kecamatan Mantewe, kendaraan tersebut diduga kehilangan kendali hingga berpindah ke jalur berlawanan. Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju mobil pikap yang membawa rombongan mahasiswa KKN.

Benturan keras pun tidak dapat dihindari. Bagian depan mobil pikap mengalami kerusakan parah hingga ringsek dan mengakibatkan beberapa penumpang yang berada di kabin terjepit. Sementara mahasiswa yang berada di bagian bak kendaraan mengalami luka berat akibat kuatnya benturan. Proses evakuasi berlangsung dramatis karena petugas harus mengeluarkan korban dari kendaraan yang hancur.

Sejumlah saksi mata yang berada tidak jauh dari lokasi mengungkapkan suasana memilukan setelah kecelakaan terjadi. Mereka mengaku langsung mengenali kendaraan rombongan mahasiswa tersebut. Barang-barang bawaan, termasuk nasi bungkus yang dipersiapkan untuk perjalanan, berserakan di jalan bersama sandal dan perlengkapan pribadi para korban.

Salah seorang saksi menuturkan bahwa ketika menghampiri lokasi, ia melihat salah satu rekannya sudah mengalami luka berat di bagian kepala. Gambaran tersebut memperlihatkan betapa dahsyatnya benturan yang terjadi antara kedua kendaraan.

Peristiwa ini menjadi pukulan berat bagi dunia pendidikan tinggi di Kalimantan Selatan. Mahasiswa yang sebelumnya sedang menjalankan misi pengabdian kepada masyarakat justru menjadi korban kecelakaan ketika hendak menikmati waktu istirahat bersama rekan-rekannya. Kegiatan yang semula dimaksudkan sebagai penyegar di tengah padatnya aktivitas KKN berubah menjadi kehilangan besar bagi keluarga, kampus, dan masyarakat.

Dari delapan orang yang berada dalam mobil pikap, hanya satu mahasiswa yang berhasil selamat. Korban tersebut segera dievakuasi menuju RS Marina Tanah Bumbu untuk memperoleh penanganan medis. Sementara para korban meninggal langsung dibawa ke fasilitas kesehatan guna proses identifikasi sebelum diserahkan kepada keluarga masing-masing.

Kecelakaan ini juga memunculkan perhatian publik terhadap kendaraan truk tangki yang terlibat. Menyusul beredarnya dugaan bahwa kendaraan tersebut merupakan armada Pertamina, PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memberikan klarifikasi bahwa hasil penelusuran internal menunjukkan mobil tangki tersebut bukan merupakan armada operasional perusahaan dan tidak sedang menjalankan aktivitas pelayanan di terminal Pertamina. Perusahaan menyatakan belasungkawa kepada seluruh keluarga korban dan menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada pihak kepolisian.

Hingga kini aparat kepolisian masih mendalami penyebab pasti hilangnya kendali truk tangki serta mengumpulkan berbagai keterangan saksi dan barang bukti di lokasi kejadian. Hasil penyelidikan diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai faktor penyebab kecelakaan sekaligus menjadi dasar untuk mencegah terulangnya insiden serupa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *