Nasional

Pemkot Solo Tunggu Hasil Uji Laboratorium Usai Dugaan Keracunan MBG Di SDII Al Abidin

Solo – Pemerintah Kota Solo masih menunggu hasil uji laboratorium terkait dugaan keracunan yang dialami 108 siswa Sekolah Dasar Islam Internasional (SDII) Al Abidin Solo setelah mengonsumsi makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sambil menunggu hasil pemeriksaan tersebut, Wali Kota Solo Respati Ardi menegaskan bahwa pemerintah daerah telah mengambil sejumlah langkah penanganan, termasuk melakukan monitoring dan evaluasi terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Al Abidin sebagai penyedia makanan dalam program tersebut.

Peristiwa yang terjadi pada Selasa, 28 Juli 2026, menyebabkan ratusan siswa mengalami berbagai keluhan kesehatan, seperti mual, pusing, sakit perut, hingga muntah. Kejadian ini menjadi perhatian Pemerintah Kota Solo karena melibatkan banyak peserta didik dalam satu sekolah. Untuk memastikan penyebab kejadian, Dinas Kesehatan (Dinkes) Solo segera mengambil sampel makanan Program MBG, air, serta makanan yang dijual di kantin sekolah guna dilakukan pemeriksaan laboratorium.

Respati Ardi mengatakan bahwa pemerintah belum dapat menyimpulkan sumber penyebab dugaan keracunan sebelum hasil uji laboratorium selesai. Oleh karena itu, seluruh pihak diminta menunggu hasil pemeriksaan agar keputusan yang diambil nantinya didasarkan pada data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

Menurut Respati, apabila hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa penyebab keracunan berasal dari makanan Program Makan Bergizi Gratis, Pemerintah Kota Solo akan segera menyampaikan laporan resmi kepada Badan Gizi Nasional (BGN). Laporan tersebut bertujuan agar BGN dapat melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap proses penyelenggaraan program, mulai dari dapur produksi hingga rantai pasok bahan makanan yang digunakan.

Ia menjelaskan bahwa evaluasi tersebut penting untuk memastikan kualitas makanan yang disalurkan kepada peserta didik tetap memenuhi standar keamanan pangan. Pemerintah daerah juga berharap hasil evaluasi nantinya dapat menjadi dasar perbaikan sehingga kejadian serupa tidak kembali terjadi pada pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di masa mendatang.

Meski demikian, Respati menegaskan bahwa pemerintah tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah dalam menangani kasus tersebut. Menurutnya, belum ada pihak yang dapat dinyatakan bertanggung jawab sebelum hasil laboratorium keluar dan seluruh proses penyelidikan selesai dilakukan. Karena itu, pemerintah memilih menunggu hasil pemeriksaan sebelum menentukan langkah lanjutan maupun memberikan sanksi kepada pihak yang terlibat.

Selain melakukan pengawasan terhadap proses pemeriksaan, Pemerintah Kota Solo juga terus berkoordinasi dengan pihak sekolah, Dinas Kesehatan, serta Badan Gizi Nasional agar penanganan kasus dapat berjalan dengan baik. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi para siswa terus dipantau sekaligus memperoleh penanganan yang diperlukan hingga benar-benar pulih.

Di sisi lain, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Solo Budi Murtono yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) MBG Solo menyampaikan bahwa dapur SPPG Yayasan Al Abidin telah dihentikan sementara operasionalnya oleh Badan Gizi Nasional. Penutupan sementara dilakukan sebagai bagian dari proses evaluasi setelah munculnya dugaan keracunan yang menimpa para siswa.

Budi menjelaskan bahwa penghentian sementara operasional dapur bukan merupakan bentuk penetapan kesalahan, melainkan langkah evaluasi untuk memastikan seluruh proses penyediaan makanan memenuhi standar yang telah ditentukan. Ia juga mengaku belum mengetahui sampai kapan dapur tersebut akan ditutup karena keputusan selanjutnya masih menunggu hasil evaluasi dan pemeriksaan laboratorium.

Kasus dugaan keracunan ini menjadi perhatian berbagai pihak mengingat Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi peserta didik. Oleh sebab itu, hasil pemeriksaan laboratorium diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai penyebab kejadian sehingga langkah perbaikan dapat segera dilakukan apabila ditemukan adanya pelanggaran terhadap standar keamanan pangan.

Pemerintah Kota Solo menegaskan akan terus mengawal proses penanganan kasus ini hingga seluruh hasil pemeriksaan selesai. Apabila nantinya ditemukan bukti bahwa dugaan keracunan berkaitan dengan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, Pemkot Solo akan segera berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional untuk melakukan evaluasi terhadap sistem produksi, distribusi, dan penyajian makanan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *