Trans Banyumas Kembali Melayani Warga, Tarif Tetap Seperti Sebelumnya

PURWOKERTO – Bus Trans Banyumas kembali melayani masyarakat setelah sempat berhenti beroperasi sejak akhir Agustus 2026. Layanan transportasi umum tersebut kembali berjalan mulai Jumat, 18 September 2026.
Kembalinya layanan Trans Banyumas ditandai dengan doa bersama dan tasyakuran di Pendopo Si Panji Purwokerto pada Kamis, 17 September 2026. Acara tersebut dihadiri Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono bersama sejumlah pejabat dan pihak pengelola Trans Banyumas.
Sebelumnya, operasional Trans Banyumas dihentikan sementara sejak 30 Agustus 2026. Penghentian tersebut dilakukan dalam rangka evaluasi operasional layanan transportasi massal di Kabupaten Banyumas.
Pemerintah Kabupaten Banyumas kemudian menyiapkan anggaran untuk memastikan layanan dapat kembali berjalan. Dukungan anggaran sebesar Rp14 miliar dialokasikan melalui APBD Perubahan 2026. Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung operasional Trans Banyumas hingga akhir tahun.
Dari sisi armada, tidak terdapat perubahan jumlah bus yang digunakan. Sebanyak 52 unit bus kembali disiapkan untuk melayani masyarakat. Dari jumlah tersebut, empat unit digunakan sebagai armada cadangan.
Selain jumlah armada, koridor yang dilayani juga tetap sama. Trans Banyumas masih melayani empat koridor, yaitu Ajibarang, Baturraden, kawasan perkotaan, dan Terminal Lama Banyumas.
Kabar lain yang menjadi perhatian masyarakat adalah tarif perjalanan. Setelah kembali beroperasi, tarif Trans Banyumas tidak mengalami kenaikan.
Penumpang umum dikenakan tarif sebesar Rp3.900 per orang. Sementara itu, tarif khusus sebesar Rp2.000 per orang berlaku bagi pelajar, mahasiswa, lanjut usia, dan penyandang disabilitas.
Layanan Trans Banyumas dijadwalkan beroperasi setiap hari. Waktu pelayanan dimulai pada pukul 04.45 WIB hingga 20.30 WIB. Pengoperasian tersebut berlangsung hingga 31 Desember 2026.
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan jumlah armada, koridor, dan tarif tetap seperti sebelumnya. Pemerintah juga masih melakukan evaluasi terhadap layanan tersebut secara berkala.
Kembalinya Trans Banyumas memberikan akses transportasi umum bagi masyarakat di sejumlah wilayah Banyumas. Masyarakat dapat kembali menggunakan bus tersebut untuk berbagai kebutuhan perjalanan sehari-hari.
Pemerintah Kabupaten Banyumas juga mendorong adanya sumber pendapatan lain untuk mendukung keberlanjutan layanan. Salah satu upaya yang disebutkan adalah pemanfaatan bagian badan bus sebagai media branding atau ruang iklan.
Dengan kembali beroperasinya Trans Banyumas, masyarakat dapat menggunakan layanan transportasi massal dengan tarif yang masih sama. Pengoperasian hingga akhir tahun juga memberikan kepastian sementara bagi pengguna layanan.
