Lokal

MA Biroyatul Huda Cilongok Gelar Peringatan Hari Santri Nasional Ke-12

CILONGOK — Suasana khidmat, penuh semangat kebangsaan, serta sarat akan nilai-nilai perjuangan dan kesantrian menyelimuti kawasan Desa Batuanten, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas.

Pada hari Kamis, tanggal 22 Oktober 2026, Madrasah Aliyah (MA) Biroyatul Huda Cilongok menyelenggarakan kegiatan upacara bendera beserta rangkaian perayaan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) yang ke-12 secara meriah, tertib, dan berkesan.

Rangkaian agenda peringatan Hari Santri Nasional ini dipusatkan di lapangan terbuka yang berlokasi tepat di samping bangunan masjid setempat. Kegiatan dimulai secara tepat waktu sejak pukul 08.00 WIB hingga seluruh agenda acara selesai dilaksanakan.

Seluruh elemen masyarakat, organisasi kepemudaan, badan otonom keagamaan, serta jajaran lembaga pendidikan di sekitar lingkungan pesantren tampak bersatu padu untuk menghadiri dan menyukseskan acara tahunan ini.

Partisipasi Luas dan Kehadiran Elemen Masyarakat

Peringatan Hari Santri Nasional ke-12 yang dimotori oleh MA Biroyatul Huda Cilongok kali ini menunjukkan tingginya rasa kebersamaan dan sinergi antar-lembaga serta badan otonom keagamaan di wilayah Kecamatan Cilongok. Berdasarkan pendataan panitia di lapangan, jumlah peserta yang hadir dan mengikuti jalannya upacara bendera diperkirakan berkisar antara 250 hingga 300 orang.

Kehadiran peserta upacara terdiri dari berbagai lapisan lintas generasi, organisasi kemasyarakatan, dan instansi pendidikan, di antaranya:

Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU): Mengirimkan jajaran pengurus dan anggotanya sebagai perwakilan pelajar putra nahdliyyin yang siap mengawal panji-panji keorganisasian, kedisiplinan, serta nilai-nilai kesantrian.

Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU): Wujud peran aktif dan soliditas pelajar putri nahdliyyin dalam menjaga tradisi keagamaan serta memajukan potensi generasi muda di wilayah pedesaan.

Pengurus dan Anggota Muslimat NU:Menunjukkan peran serta tokoh perempuan serta para ibu dalam merawat nilai-nilai keagamaan dan menguatkan ukhuwah Islamiyah di desa.

Pengurus dan Anggota Fatayat NU:Mewakili pemudi nahdliyyin yang aktif dalam berbagai gerakan sosial, keagamaan, dan pemberdayaan perempuan.

Peserta Didik Taman Kanak-Kanak (TK):Menumbuhkan rasa cinta tanah air dan mengenalkan tradisi kesantrian sejak usia dini melalui partisipasi langsung.

Siswa dan Siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) Biroyatul Huda:Menjadi representasi santri tingkat menengah yang disiplin, rapi, dan bersemangat tinggi.

Siswa, Siswi, dan Dewan Guru MA Biroyatul Huda Cilongok Bertindak sebagai tuan rumah, panitia penyelenggara, sekaligus pendorong utama suksesnya agenda peringatan ini.

Meskipun berasal dari kelompok usia dan latar belakang organisasi yang beragam, seluruh peserta tampak berbaris rapi di lapangan samping masjid dengan mengenakan busana khas santri, menciptakan pemandangan yang anggun, bersahaja, dan penuh kehangatan religius.

Susunan Upacara Bendera dan Persembahan Tim Paduan Suara

Pelaksanaan upacara bendera dalam rangka Hari Santri Nasional ke-12 berjalan dengan sangat tertib dan mengagumkan. Puncak kekhidmatan jalannya upacara semakin terasa berkat penampilan istimewa dari tim paduan suara yang dibawakan oleh para siswa dan siswi MA Biroyatul Huda Cilongok.

Tim paduan suara secara beruntun menyanyikan lagu-lagu wajib nasional dan mars kebangsaan yang berhasil membakar semangat seluruh peserta upacara.Rangkaian lagu yang dilantunkan secara harmonis dalam upacara tersebut meliputi:

1. Lagu Kebangsaan Indonesia Raya:Dinyanyikan dengan penuh rasa bangga dan patriotisme pada saat prosesi pengibaran Sang Saka Merah Putih berlangsung.

2. Mengheningkan Cipta:Sesi hening penuh kekhusyukan untuk mendoakan serta mengenang jasa-jasa besar para pahlawan kemerdekaan, para ulama, dan para santri yang telah gugur mendahului dalam membela kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

3. Mars Subhanul Wathon (Ya Lal Wathon) Dikumandangkan dengan semangat yang menggelora sebagai wujud penegasan bahwa cinta tanah air merupakan bagian dari iman.

4. Lagu Hari Santri:Menyuarakan apresiasi serta rekam jejak sejarah peran santri dalam mengawal kemerdekaan dan keutuhan bangsa dari masa ke masa.

5. Mars Ayo Mondok:Mengajarkan serta mengajak generasi muda untuk tidak ragu menimba ilmu dan menempuh pendidikan di lingkungan pondok pesantren.

Gema suara dari tim paduan suara yang dipadukan dengan sikap sempurna seluruh peserta upacara menjadikan suasana di samping masjid terasa begitu agung, syahdu, dan menggetarkan jiwa.

Amanat Pembina Upacara dan Penyampaian Pernyataan Sikap Moral

Dalam kesempatan upacara yang sakral tersebut, bertindak sebagai Pembina Upacara adalah Bapak Asroru Maulana, S.Ag.

Dalam amanat yang disampaikan di hadapan ratusan peserta, beliau memberikan pesan-pesan mendalam sekaligus membaca naskah ikrar pernyataan sikap moral yang mewakili jeritan hati serta komitmen warga nahdliyyin di tingkat akar rumput.

Dalam teks pernyataan sikap moral yang dibacakan secara lantang dan jelas di hadapan seluruh peserta upacara, Bapak Asroru Maulana, S.Ag. menyampaikan amanat sebagai berikut:

“Di hadapan Allah SWT, para masyayikh, dan bangsa Indonesia, kami warga nahdliyyin yang hidup di desa di kampung, diujung negeri yang sangat kami cintai. Hari ini Kami terluka, kami menangis, kami muak dengan perilaku segelintir elit NU khususnya para petualang politik yang mengotori NU, menggadaikan kemuliaan adab santri dan ulama, hanya menjadi dua mobil Lanndcruiser 480 milyar. Maka hari ini kami keluarga besar ponpes biroyatul huda dan warga nahdliyyin desa batuanten, kec cilongok kab banyumas menyampaikan sikap moral kami: Kami teguhkan ikrar, bahwa kami sudah dan sedang dan akan terus menjaga Nahdlatul Ulama, warisan perjuangan para Wali dan ulama Nusantara!.”

Amanat dan penyampaian ikrar moral ini menekankan betapa pentingnya menjaga kesucian serta marwah perjuangan Nahdlatul Ulama, sekaligus menjaga adab kesantrian agar tidak terkontaminasi oleh kepentingan politik praktis yang merugikan nama baik pesantren dan para ulama.

Pernyataan sikap moral dari Keluarga Besar Ponpes Biroyatul Huda dan warga Nahdliyyin Desa Batuanten ini menjadi peringatan serta pengingat bagi seluruh alumni, santri, serta jajaran kader muda seperti IPNU dan IPPNU untuk tetap konsisten berada di garis perjuangan para ulama Nusantara.

Pertunjukan Drama Perjuangan KH Hasyim Asy’ari

Setelah seluruh rangkaian upacara bendera resmi ditutup, agenda acara tidak berhenti sampai di situ. Acara segera dilanjutkan dengan persembahan seni dan pertunjukan drama teatrikal yang dibawakan oleh para siswa-siswi MA Biroyatul Huda Cilongok.

Pertunjukan khusus ini mengusung tema sejarah mengenai rekam jejak perjuangan pendiri Nahdlatul Ulama, yakni Mbah KH Hasyim Asy’ari.

Dalam pementasan teatrikal tersebut, para siswa memperagakan kembali detik-detik bersejarah ketika KH Hasyim Asy’ari mencetuskan Resolusi Jihad pada tanggal 22 Oktober 1945.

Peristiwa bersejarah itulah yang membakar semangat para santri dan kyai di seluruh penjuru Jawa untuk bangkit angkat senjata melawan pasukan sekutu yang ingin kembali menguasai Indonesia, yang kelak melahirkan peristiwa heroik 10 November di Surabaya.

Para siswa dengan sangat apik dan penghayatan yang tinggi mampu memerankan keteguhan hati para kyai, keberanian para santri muda, serta penderitaan rakyat pada masa perang kemerdekaan. Pertunjukan drama perjuangan ini berhasil memukau, memberi edukasi sejarah, serta menyentuh perasaan para hadirin, mulai dari anak-anak TK, rekan-rekan IPNU-IPPNU, hingga para sepuh dari Muslimat NU.

Rangkuman dan Kesimpulan Acara

Peringatan Hari Santri Nasional ke-12 yang diselenggarakan oleh MA Biroyatul Huda Cilongok berjalan dengan sangat sukses, lancar, penuh khidmat, dan kaya akan makna.

Kegiatan ini berhasil memadukan antara penghormatan terhadap sejarah bangsa, penegakan nilai moral perjuangan ulama, serta pertunjukan seni edukatif bagi generasi muda.Berikut adalah poin-poin utama dari pelaksanaan agenda tersebut:

Penyelenggara & Lokasi:MA Biroyatul Huda Cilongok, bertempat di lapangan terbuka samping masjid Desa Batuanten, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas.

Waktu Acara:Kamis, 22 Oktober 2026, dimulainya pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Jumlah Peserta:Berkisar antara 250 hingga 300 orang (meliputi elemen IPNU, IPPNU, Muslimat NU, Fatayat NU, TK, MTs, dan MA Biroyatul Huda Cilongok).

Pembina Upacara:Bapak Asroru Maulana, S.Ag.

Isi Sikap Moral:Penegasan dari keluarga besar Ponpes Biroyatul Huda dan warga nahdliyyin Desa Batuanten untuk terus menjaga keutuhan Nahdlatul Ulama dari petualang politik, serta merawat warisan perjuangan para Wali dan Ulama Nusantara.

Lagu yang Dinyanyikan:Indonesia Raya, Mengheningkan Cipta, Subhanul Wathon, Hari Santri, dan Mars Ayo Mondok.

Acara Pendukung:Pertunjukan drama teatrikal kisah perjuangan Mbah KH Hasyim Asy’ari setelah upacara bendera usai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *