Lokal

Ribuan Warga Dan Pemkab Banyumas Gelar Salat Istisqa di Alun-Alun Purwokerto

PURWOKERTO – Ribuan warga bersama jajaran Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyumas berkumpul dan memadati Alun-alun Purwokerto untuk melaksanakan ibadah salat Istisqa secara berjemaah.

Pelaksanaan ibadah sunah ini digelar sebagai bentuk ikhtiar spiritual bersama dalam memohon pertolongan dan petunjuk dari Allah SWT agar musibah kemarau panjang yang memicu krisis air di berbagai daerah dapat segera berakhir dengan turunnya hujan yang membawa keberkahan.

Suasana penuh kekhidmatan, keikhlasan, dan kekhusyukan tampak menyelimuti kawasan Alun-alun Purwokerto sejak pagi hari. Berdasarkan jadwal resmi yang telah ditetapkan, rangkaian prosesi ibadah salat Istisqa ini dimulai tepat pada pukul 07.30 WIB.

Ribuan jemaah dari berbagai elemen masyarakat, pejabat daerah, tokoh agama, hingga pegawai pemerintah tampak membaur merapatkan saf sholat dengan balutan pakaian putih, siap menjalankan seluruh prosesi ibadah dan mendengarkan khotbah keagamaan secara bersama-sama.

Ikhtiar Mendekatkan Diri dan Memohon Keberkahan HujanDalam kesempatan tersebut, Penjabat Bupati Banyumas, Pak Sadewo, memberikan sambutan serta pesan mendalam mengenai pentingnya pelaksanaan ibadah salat Istisqa ini di tengah situasi sulit yang sedang dihadapi oleh masyarakat akibat dampak musim kemarau.

Menurut beliau, pelaksanaan salat meminta hujan ini bukan sekadar ritual keagamaan formalitas, melainkan sebuah sarana pertaubatan massal dan introspeksi diri bagi seluruh warga masyarakat.

“Melalui sholat ini kita berikhtiar mendekatkan diri kepada Allah SWT, memohon ampunan atas segala kekhilafan sekaligus memohon agar Allah SWT segera menurunkan hujan yang membawa manfaat dan keberkahan bagi kita semua,” ujar Pak Sadewo di sela-sela pelaksanaan kegiatan di Alun-alun Purwokerto.

Ungkapan dari Pak Sadewo tersebut menegaskan bahwa keterbatasan manusia dalam menghadapi fenomena alam dan bencana kekeringan harus disikapi dengan kerendahan hati.

Dengan memohon ampun atas segala dosa dan khilaf yang telah diperbuat, masyarakat diharapkan dapat kembali membuka pintu rahmat Tuhan agar bumi yang tandus dan kering dapat kembali disiram oleh air hujan yang menyegarkan serta membawa manfaat besar bagi kehidupan pertanian, peternakan, dan kebutuhan harian warga.

Pesan Khotbah KH Taefur Arafat Mengenai Hakikat Nikmat AirSetelah pelaksanaan dua rakaat salat Istisqa selesai dijalankan dengan khusyuk, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian khotbah keagamaan yang disampaikan oleh ulama tersohor, KH.

Taefur Arafat, yang bertindak sebagai khatib. Dalam khotbahnya yang menyentuh hati, Taefur mengajak seluruh jemaah untuk merenungkan kembali betapa berharga dan pentingnya nikmat air yang selama ini sering kali dilupakan atau kurang disyukuri oleh manusia.

“Air yang diberikan oleh Allah kepada kita secara gratis itu adalah nikmat yang luar biasa, begitu oleh Allah beberapa bulan tidak ada hujan saja sudah terasa betapa air itu sangat kita butuhkan,” ungkap Taefur dalam khotbahnya di hadapan ribuan jemaah yang hadir.

Pesan yang disampaikan oleh KH. Taefur Arafat tersebut menjadi pengingat keras bagi seluruh masyarakat mengenai sifat manusia yang kerap baru menyadari besarnya suatu nikmat ketika nikmat tersebut dicabut atau dikurangi oleh Sang Pencipta.

Air yang biasanya mengalir bebas dan didapatkan secara cuma-cuma dari alam kini menjadi barang yang sangat langka dan dicari-cari akibat kemarau yang berlangsung selama beberapa bulan.

Hal ini hendaknya menjadi dorongan kuat bagi warga untuk lebih bijak dalam menggunakan air serta terus merawat kelestarian lingkungan hidup.

Sinergi Pemerintah Daerah dan Masyarakat BanyumasPenyelenggaraan salat Istisqa yang dipusatkan di Alun-alun Purwokerto ini diinisiasi langsung oleh Pemerintah Kabupaten Banyumas dengan melibatkan seluruh elemen Aparatur Sipil Negara serta masyarakat umum.

Kehadiran berbagai lapisan masyarakat di satu tempat yang sama membuktikan adanya rasa kebersamaan, solidaritas, dan persatuan dalam menghadapi cobaan bencana kekeringan yang melanda kawasan Purwokerto dan sekitarnya.

Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas berharap melalui kombinasi antara ikhtiar lahiriah seperti penyaluran bantuan air bersih ke desa-desa terdampak dan ikhtiar batiniah melalui salat Istisqa ini, kondisi krisis air dapat segera teratasi.

Kekompakan antara pemerintah, tokoh masyarakat, dan warga dalam berdoa bersama menjadi pilar penting dalam menjaga semangat pantang menyerah di tengah ujian musim kemarau.Rangkaian acara yang dimulai sejak pukul 07.30 WIB di Alun-alun Purwokerto tersebut ditutup dengan panjatan doa bersama yang dipimpin oleh KH. Taefur Arafat.

Doa-doa yang dipanjatkan secara tulus oleh ribuan jemaah mengangkasa dengan harapan agar Allah SWT mengijabah permohonan warga Banyumas dan sekitarnya, sehingga hujan yang lebat, merata, penuh rahmat, serta membawa kebaikan bagi seluruh makhluk hidup dapat segera turun membasahi bumi Purwokerto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *