Festival Seni dan Budaya Banyumas 2026 Siap Digelar di Purwokerto

BANYUMAS – Gelaran akbar festival kebudayaan dan seni bertajuk “Serayu Mendayu #3” yang dipadukan dengan Festival Taman Budaya Soetedja serta Banyumas Aesthetic 2026 siap menyapa masyarakat Kabupaten Banyumas dan sekitarnya. Perhelatan skala besar ini diselenggarakan berkat dukungan penuh dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Banyumas melalui Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Dinporabudpar), serta kerja sama erat dengan Dewan Kesenian Kabupaten Banyumas (DKKB).
Agendanya dirancang secara matang dan akan berlangsung selama lima hari berturut-turut, terhitung mulai tanggal 21 hingga 25 Oktober 2026, bertempat di kompleks Taman Budaya Soetedja, Purwokerto.
Perhelatan tahunan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam melestarikan, mengembangkan, dan mempromosikan nilai-nilai kebudayaan lokal di tengah arus modernisasi. Kompleks Taman Budaya Soetedja yang menjadi pusat kegiatan akan ditransformasikan menjadi panggung kreasi bagi para seniman, pelajar, mahasiswa, serta masyarakat luas yang ingin menikmati maupun berpartisipasi dalam ragam pertunjukan dan kompetisi seni.
Sinergi Lintas Sektor untuk Kebudayaan MasyarakatKepala Bidang Kebudayaan Dinporabudpar Kabupaten Banyumas, Amyati, S.Sos, M.Si, dalam keterangannya menegaskan bahwa festival ini pada hakikatnya adalah milik seluruh lapisan masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Banyumas. Keberhasilan penyelenggaraan acara ini tidak lepas dari sinergi lintas sektor yang kuat, mencakup koordinasi erat antara dinas teknis, jajaran di Bidang Kebudayaan, hingga peran aktif Dewan Kesenian Kabupaten Banyumas (DKKB) sebagai wadah para seniman lokal.
Melalui kolaborasi ini, pemerintah daerah berupaya menghadirkan ruang ekspresi yang inklusif bagi seluruh elemen warga.
Festival ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana hiburan visual dan artistik semata, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian lokal, memupuk kebanggaan atas identitas daerah, serta memperkuat tali silaturahmi antarwarga melalui apresiasi seni dan budaya.
Rangkaian Acara Hari Pertama: Kemegahan Pembukaan dan Seni PertunjukanMalam pembukaan yang dijadwalkan pada tanggal 21 Oktober 2026 dirancang untuk berlangsung secara megah dan berkesan. Acara pembukaan resmi ini akan dipusatkan di Gedung Kesenian kompleks Taman Budaya Soetedja.
Sebagai penanda dimulainya perhelatan akbar tersebut, pementasan teater spektakuler dari Teater Samudra yang berada di bawah naungan DKKB akan ditampilkan kepada para tamu undangan dan pengunjung umum.
Pertunjukan teater ini membawa karya bertajuk “Kembang Mangsan Peralihan”, sebuah lakon yang menyajikan pesan mendalam mengenai dinamika perubahan zaman, pergeseran musim, serta bagaimana manusia dan kebudayaan beradaptasi di dalamnya.
Penggarapan seni peran, tata panggung, serta tata cahaya yang matang dipastikan bakal memberikan pengalaman estetis yang memukau bagi para penonton pada malam pertama penyelenggaraan festival.
Rangkaian Acara Hari Kedua: Wadah Kreasi Muda dan Eksperimen MusikMemasuki hari kedua, yakni pada tanggal 22 Oktober 2026, agenda festival berfokus pada pembinaan dan penyediaan wadah ekspresi bagi generasi muda. Sejak pagi hingga sore hari, arena festival akan disemarakkan oleh kompetisi lomba band tingkat pelajar dan mahasiswa se-Kabupaten Banyumas.
Ajang ini dirancang untuk menjaring bakat-bakat muda di bidang musik, memberikan mereka panggung profesional untuk menampilkan kreativitas, aransemen, serta kemampuan bermusik di hadapan publik dan juri ahli.
Setelah suasana kompetisi yang energik di siang hari, malam harinya pengunjung akan disuguhkan pementasan hasil lokakarya musik etnik. Pertunjukan khusus ini mengusung konsep kolaborasi antara musik modern dan unsur tradisi lokal.
Pementasan ini menjadi ajang pembuktian bahwa alat musik tradisional Banyumas mampu berharmonisasi secara selaras dengan instrumen modern, menciptakan komposisi musik baru yang segar, inovatif, namun tetap berpijak pada akar budaya daerah.
Makna Kebudayaan dan Harapan Masa DepanPenyelenggaraan gabungan antara Festival Taman Budaya Soetedja, Banyumas Aesthetic 2026, dan Serayu Mendayu #3 ini menunjukkan betapa besarnya perhatian pemerintah pusat maupun daerah terhadap keberlanjutan seni tradisional dan modern di Wilayah Banyumas.
Kehadiran ruang-ruang apresiasi seperti ini menjadi sangat krusial di era digital, di mana generasi muda memerlukan akses langsung untuk mengenal, mencintai, dan mengembangkan warisan budaya mereka sendiri.Diharapkan seluruh rangkaian acara dari hari pertama hingga hari terakhir dapat berjalan dengan lancar, tertib, serta sukses menyedot antusiasme ribuan pengunjung baik dari dalam maupun luar daerah.
Keberhasilan perhelatan ini nantinya akan menjadi tolok ukur penting bagi pengembangan agenda kebudayaan tahunan di Kabupaten Banyumas pada masa-masa mendatang.
