Bola

Persis Solo Hancurkan Persita Tangerang dalam Drama Lima Gol


Stadion Manahan kembali menjadi benteng yang angker bagi lawan-lawannya. Dalam lanjutan laga pekan ke-24 BRI Liga 1 2025/2026, tuan rumah Persis Solo berhasil mengamankan poin penuh setelah menumbangkan tamunya, Persita Tangerang, dengan skor meyakinkan 3-2. Pertandingan yang berlangsung di bawah guyuran hujan rintik ini menyajikan drama jual beli serangan sejak menit awal hingga peluit panjang ditiupkan.

Kemenangan ini membawa Persis Solo merangkak naik ke posisi 10 besar klasemen sementara, sekaligus memberikan napas lega bagi manajemen klub di tengah persaingan papan tengah yang semakin ketat. Sebaliknya, kekalahan ini membuat Persita Tangerang harus tertahan di papan bawah dan harus segera berbenah jika tidak ingin terseret ke zona degradasi.

Babak Pertama: Kejutan Pendekar Cisadane

Meskipun bertindak sebagai tim tamu, Persita Tangerang yang dijuluki Pendekar Cisadane memulai laga dengan sangat percaya diri. Tanpa diduga, mereka langsung menekan lini pertahanan Persis Solo yang dikawal oleh Ricardo Lima. Strategi pressing ketat yang diterapkan pelatih Persita membuat alur bola Persis Solo sering terputus di tengah.

Hasilnya terlihat pada menit ke-18. Berawal dari skema serangan balik cepat, pemain asing Persita, Javlon Guseynov, mengirimkan umpan panjang yang gagal diantisipasi dengan baik oleh barisan belakang Persis. Bola liar tersebut disambar oleh Esdras Quintanilha yang dengan dingin menaklukkan Muhammad Riyandi. Skor 0-1 untuk keunggulan tim tamu sempat membungkam ribuan suporter Pasoepati yang memadati tribun.

Tersentak oleh gol tersebut, Persis Solo mencoba bangkit. Motor serangan mereka, Moussa Sidibe, berulang kali melakukan tusukan dari sisi sayap kanan. Namun, disiplinnya lini belakang Persita yang digalang oleh Christian Rontini membuat setiap upaya tuan rumah selalu kandas sebelum masuk ke kotak penalti. Hingga turun minum, keunggulan satu gol Persita tetap bertahan.

Babak Kedua: Amukan Laskar Sambernyawa

Memasuki babak kedua, pelatih Persis Solo melakukan perubahan taktis yang signifikan. Ia memasukkan Ramadhan Sananta untuk menambah daya gedor di depan. Masuknya Sananta mengubah dinamika permainan; Persis kini memiliki target man yang mampu memantulkan bola dan membuka ruang bagi gelandang lainnya.

Penyama kedudukan yang dinanti akhirnya lahir pada menit ke-55. Melalui skema tendangan bebas, Moussa Sidibe melepaskan sepakan melengkung yang sangat akurat ke pojok kiri gawang Persita. Kiper Kartika Ajie sudah berusaha menjangkau bola, namun derasnya laju si kulit bundar tak terbendung. Skor berubah menjadi 1-1.

Gol tersebut menjadi momentum kebangkitan total Laskar Sambernyawa. Hanya berselang sepuluh menit, tepatnya menit ke-65, Stadion Manahan bergemuruh hebat. Ramadhan Sananta membuktikan insting golnya sebagai striker timnas. Memanfaatkan umpan silang mendatar dari Althaf Indie, Sananta menyontek bola masuk ke gawang. Persis berbalik unggul 2-1.

Dominasi Persis semakin menjadi-jadi. Pada menit ke-78, sebuah kesalahan koordinasi di lini tengah Persita berujung petaka. Sutanto Tan berhasil merebut bola dan memberikan umpan kunci kepada Sho Yamamoto. Pemain asal Jepang tersebut melakukan akselerasi individu sebelum melepaskan tendangan keras yang menghujam jala Persita untuk ketiga kalinya. Papan skor berubah menjadi 3-1.

Menit-Menit Akhir yang Menegangkan

Meskipun tertinggal dua gol, Persita tidak menyerah. Mereka memasukkan beberapa pemain segar untuk menyegarkan lini serang. Perjuangan mereka membuahkan hasil di menit ke-88. Persita mendapatkan hadiah penalti setelah terjadi pelanggaran di kotak terlarang. Javlon Guseynov yang maju sebagai algojo sukses memperkecil kedudukan menjadi 3-2.

Di masa injury time selama lima menit, tensi pertandingan meningkat drastis. Persita mengurung pertahanan Persis untuk mencari gol penyeimbang. Namun, penampilan gemilang Muhammad Riyandi di bawah mistar gawang—termasuk satu penyelamatan krusial menepis sundulan jarak dekat—memastikan tiga poin tetap bertahan di Solo. Skor 3-2 menjadi hasil akhir laga yang sangat menghibur ini.


Analisis Taktik dan Statistik

Kemenangan Persis Solo kali ini tidak lepas dari keberanian sang pelatih untuk melakukan pergantian pemain di awal babak kedua. Penempatan Moussa Sidibe yang lebih bebas bergerak ke tengah di babak kedua juga terbukti mampu mengacaukan skema pertahanan berlapis Persita.

Statistik Pertandingan:

KategoriPersis SoloPersita Tangerang
Penguasaan Bola58%42%
Tembakan ke Gawang85
Pelanggaran1215
Kartu Kuning23

Dalam sesi konferensi pers, kapten Persis Solo, Rian Miziar, menyampaikan rasa bangganya terhadap kerja keras rekan-rekannya. “Kami sempat tertekan di babak pertama, tapi di ruang ganti kami sepakat untuk habis-habisan di babak kedua. Terima kasih untuk dukungan Pasoepati, kemenangan ini untuk kalian,” ucapnya dengan emosional.

Sementara itu, pelatih Persita Tangerang mengakui keunggulan tuan rumah namun sedikit menyesalkan beberapa keputusan wasit yang dianggap merugikan timnya. “Kami bermain bagus di babak pertama, tapi kehilangan fokus setelah gol penyama kedudukan. Persis Solo memanfaatkan momentum itu dengan sangat baik. Kami harus segera bangkit untuk laga berikutnya,” ujarnya singkat.

Dengan tambahan tiga poin ini, Persis Solo kini mengoleksi 34 poin dan duduk manis di papan tengah, bersaing dengan tim-tim mapan lainnya. Sedangkan Persita harus segera mengevaluasi lini pertahanan mereka yang kebobolan tiga gol dalam waktu singkat jika ingin bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *