Entertaiment

Misteri Kematian Lula Lahfah: Kronologi Penemuan di Apartemen Hingga Penjelasan Polisi

Peristiwa ini bermula pada Jumat petang di Apartemen Essence Dharmawangsa, Jakarta Selatan. Berdasarkan keterangan resmi dari pihak kepolisian, jenazah Lula Lahfah pertama kali ditemukan sekitar pukul 18.44 WIB. Awal mula penemuan ini dipicu oleh kecurigaan Asisten Rumah Tangga (ART) sang selebgram yang bernama Asiah.

ART tersebut merasa khawatir karena Lula tidak memberikan respons apa pun saat pintu kamarnya diketuk berkali-kali. Mengingat kondisi kesehatan Lula yang memang sedang menurun dalam beberapa waktu terakhir, kekhawatiran ART tersebut semakin memuncak. Karena pintu kamar terkunci dari dalam dan tidak ada jawaban, ART kemudian meminta bantuan kepada petugas keamanan (sekuriti) apartemen.

Petugas keamanan bersama manajemen apartemen segera melakukan pengecekan ke unit milik Lula. Setelah berhasil membuka pintu kamar, mereka menemukan Lula dalam posisi telentang di atas tempat tidur dengan tubuh tertutup selimut. Saat dilakukan pengecekan awal, Lula sudah tidak bernapas dan denyut nadinya tidak ditemukan. Laporan segera diteruskan ke pihak kepolisian Sektor Kebayoran Baru dan Polres Metro Jakarta Selatan untuk penanganan lebih lanjut.

Penjelasan Resmi Pihak Kepolisian

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, memberikan pernyataan resmi terkait penemuan ini. Ia mengonfirmasi bahwa influencer berinisial LL memang ditemukan telah meninggal dunia di apartemennya. “Benar, petugas keamanan menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia sendirian di dalam kamar,” ujar Budi.

Berikut adalah poin-poin penting dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) awal:

  1. Kondisi Tubuh: Saat ditemukan, kondisi jenazah dilaporkan sudah mulai kaku. Meskipun sempat beredar foto yang menunjukkan adanya lebam atau kondisi membiru pada area mulut, Kombes Budi Hermanto menjelaskan bahwa secara medis hal tersebut bisa merupakan lebam mayat (lividitas post-mortem), bukan serta-merta tanda kekerasan.
  2. Tidak Ada Tanda Kekerasan: Pemeriksaan fisik awal oleh tim identifikasi tidak menemukan adanya luka akibat benda tumpul maupun benda tajam. Tidak ada tanda-tanda pergumulan atau kerusakan paksa pada barang-barang di dalam kamar, selain pintu yang memang dikunci dari dalam oleh korban.
  3. Temuan di TKP: Di dalam kamar, polisi menemukan sejumlah obat-obatan dan surat keterangan rawat jalan. Hal ini memperkuat indikasi bahwa almarhumah memang sedang dalam masa pemulihan atau perawatan medis atas penyakit yang dideritanya.

Riwayat Kesehatan Lula Lahfah Sebelum Meninggal

Jauh sebelum ditemukan meninggal, Lula Lahfah sempat berbagi cerita melalui media sosialnya mengenai kondisi kesehatannya yang memburuk di penghujung tahun 2025. Fakta ini menjadi bagian penting dalam penyelidikan kepolisian untuk memetakan penyebab kematiannya.

Lula diketahui sempat dirawat intensif di rumah sakit akibat beberapa keluhan kesehatan yang kompleks:

  • Infeksi Saluran Kemih (ISK): Lula sempat didiagnosis menderita ISK bakteri. Dalam unggahannya, ia mengaku memiliki kebiasaan buruk menahan buang air kecil dan kurang mengonsumsi air putih, yang kemudian memicu infeksi tersebut.
  • Masalah Pencernaan dan Ginjal: Selain ISK, ia juga mengeluhkan adanya kram perut yang sangat hebat, gejala GERD (asam lambung), hingga adanya temuan medis terkait batu ginjal.
  • Gejala Fisik: Sebelum meninggal, ia sempat merasakan badan meriang, ngilu pada persendian, dan demam tinggi. Hal ini membuatnya harus menjalani serangkaian tes medis, termasuk CT Scan, untuk mendalami sumber nyeri di area perutnya.

Menepis Isu Liar dan Proses Autopsi

Meninggalnya Lula di usia muda (26 tahun) memicu berbagai spekulasi di media sosial. Beberapa netizen sempat melontarkan dugaan overdosis (OD) hingga penyalahgunaan zat tertentu seperti nitrous oxide. Namun, pihak kepolisian meminta masyarakat untuk tidak berspekulasi tanpa bukti ilmiah.

Kombes Budi Hermanto menegaskan bahwa untuk mengetahui penyebab pasti kematian, satu-satunya cara adalah melalui proses autopsi secara scientific. “Kami belum bisa menyimpulkan penyebabnya. Apakah karena penyakit yang dideritanya atau ada faktor lain, semua menunggu hasil visum dan autopsi dari RS Fatmawati,” tegasnya.

Pihak keluarga dan dokter pribadi Lula juga telah memberikan pernyataan awal yang cenderung membantah isu overdosis, dengan menekankan pada riwayat kondisi kesehatan akut yang memang sedang dialami oleh almarhumah.

Suasana Duka dan Penghormatan Terakhir

Jenazah Lula Lahfah dibawa ke Rumah Sakit (RS) Fatmawati pada Jumat malam untuk menjalani proses pemeriksaan medis. Suasana haru menyelimuti rumah duka sejak Sabtu dini hari (24/1/2026). Sejumlah rekan sesama figur publik tampak hadir untuk memberikan penghormatan terakhir.

Kekasih Lula, Reza Arap, terlihat sangat terpukul dan berada di rumah duka sejak awal. Selain Reza, nampak pula sahabat-sahabat dekat Lula seperti Dara Arafah, Wendy Walters, Fuji, hingga Wendy Walters yang turut mendampingi proses persemayaman. Para sahabat menggambarkan Lula sebagai sosok yang ceria dan berbakat, sehingga kepergiannya yang mendadak meninggalkan duka yang sangat mendalam.

Hingga informasi terakhir dihimpun, status penyelidikan masih berada pada tahap pengumpulan data medis dan hasil lab forensik. Polisi telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk ART yang pertama kali mencurigai kejadian tersebut, petugas keamanan apartemen, serta pihak keluarga.

Meninggalnya Lula Lahfah menjadi pengingat bagi publik mengenai pentingnya kesehatan dan kewaspadaan terhadap gejala-gejala penyakit kronis. Pihak kepolisian berjanji akan menyampaikan hasil penyelidikan secara transparan begitu data dari tim kedokteran forensik RS Fatmawati telah rampung. Masyarakat diharapkan untuk terus menghormati privasi keluarga yang ditinggalkan dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *