Kronologi Ledakan Oven Di Dapur MBG Banyumas

Kejadian bermula pada Kamis pagi, 5 Februari 2026. Di fasilitas SPPG Desa Krajan, para relawan dan petugas sedang melakukan aktivitas rutin persiapan dapur. Sekitar pukul 09.30 WIB, proses pengeringan ompreng atau wadah makanan mulai dilakukan menggunakan mesin oven pengering berkapasitas besar. Mesin ini merupakan bagian dari perlengkapan modern yang disediakan untuk memastikan standar higienitas program pemenuhan gizi nasional.
Namun, ketenangan pagi itu pecah pada pukul 10.40 WIB. Sebuah ledakan dahsyat mendadak muncul dari ruang dapur. Berdasarkan keterangan saksi mata dan Kepala Desa Krajan, Muflichudin, suara ledakan tersebut sangat menggelegar. Warga di Dusun Krajan Wetan yang berjarak cukup jauh pun sempat mengira ada trafo listrik besar yang meledak atau ban kendaraan berat yang pecah.
Kepanikan sempat melanda area sekitar, terutama karena tepat di seberang jalan lokasi SPPG sedang berlangsung kegiatan posyandu yang dihadiri banyak ibu dan balita. Sesaat setelah ledakan, terlihat para relawan keluar dari gedung dengan kondisi sempoyongan akibat efek guncangan gelombang tekanan (shockwave) dari dalam ruangan yang tertutup.
Dampak Kerusakan dan Korban Luka
Ledakan ini tidak hanya menghancurkan mesin oven pengering tersebut, tetapi juga merusak struktur bangunan dapur. Kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 60 juta, mencakup atap yang jebol, tembok yang retak, serta kaca-kaca jendela yang pecah berhamburan.
Dari sisi kemanusiaan, insiden ini mengakibatkan setidaknya 10 orang harus dilarikan ke puskesmas setempat. Sebagian besar korban mengalami luka ringan akibat terkena serpihan kaca dan material bangunan yang runtuh. Namun, dua orang relawan, yang diidentifikasi sebagai Asiyati dan Siti Marlina, harus dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut. Satu korban dilaporkan mengalami luka bakar ringan, sementara yang lain memerlukan pemeriksaan mendalam pada bagian kaki dan pendengaran akibat kebisingan ekstrem saat ledakan terjadi.
Polresta Banyumas melalui tim Inafis segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mencari tahu penyebab pasti insiden tersebut. Dugaan sementara dari pihak kepolisian menyebutkan bahwa mesin oven mengalami panas berlebih (overheat) saat proses uji coba pengeringan berlangsung.
Respons Pemerintah dan Kelanjutan Program
Pihak Badan Gizi Nasional (BGN) dan pengelola SPPG setempat menegaskan bahwa kejadian ini sedang dalam evaluasi ketat. Meskipun terjadi insiden pada alat pengering, mereka memastikan bahwa pelayanan gizi kepada masyarakat akan tetap diupayakan berjalan dengan penyesuaian prosedur keamanan yang lebih ketat.
Insiden ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan teknis terhadap peralatan dapur skala industri yang digunakan dalam program pemerintah. Masyarakat berharap agar investigasi dilakukan secara transparan untuk mencegah kejadian serupa terulang di fasilitas SPPG lainnya di seluruh Indonesia.
