Lokal

Sadar Dampak Tambang, Pemuda RW 01 Darmakradenan Gelar Diskusi Edukasi Karst

DARMAKRADENAN – Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, pemuda RW 01 Desa Darmakradenan menggelar diskusi publik pada Senin malam, 29 Juni 2026. Acara yang dipandu oleh pemudi setempat, Yanwi Mudrikah, ini menghadirkan Sungging Septivianto (akrab disapa Jalu), seorang aktivis lingkungan, sebagai pembicara utama. Fokus pembahasan berpusat pada pemahaman ekosistem karst (batu kapur), regulasi terkait, serta strategi pelestariannya demi kesejahteraan warga.

Abu Rizal, perwakilan panitia, menjelaskan bahwa edukasi ini sangat krusial mengingat pemukiman RW 01 berbatasan langsung dengan area pertambangan. Saat ini, masyarakat pun mulai merasakan dampak negatif dari aktivitas eksploitasi tersebut.

  • Pentingnya Menjaga Air Bawah Tanah: Kawasan karst memiliki karakteristik unik, di mana aliran air bawah tanah dari gua-gua vertikal menjadi hulu mata air warga. Salah satunya adalah Gua Langse, yang menyuplai sumber air krusial seperti Mata Air Tobong dan Pancuran untuk kebutuhan sehari-hari warga RW 01.
  • Tujuan Kegiatan: Menjadi wadah edukasi bagi generasi muda dan masyarakat umum agar memiliki kesadaran jangka panjang dalam menjaga daya dukung lingkungan demi masa depan.

Melalui diskusi publik ini, warga diharapkan bisa lebih peka dan kritis terhadap isu lingkungan yang berkembang, serta aktif mengawasi aktivitas yang berpotensi merusak alam. Acara ini membawa pesan kuat: sudah saatnya masyarakat hidup selaras dengan alam, menghormati semesta, dan menjaga kearifan lokal demi kelangsungan hidup bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *