Pendidikan

Pengalaman Mengikuti Banyumas International Literacy Festival (BILFEST)

Festival ini merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Alasan utama saya mengikuti festival ini adalah untuk menambah pengalaman dalam berorganisasi, memperluas relasi, serta belajar dari banyak orang yang memiliki kepedulian terhadap dunia literasi. Selain itu, saya juga terinspirasi oleh sosok Bu Rahmi yang memiliki mimpi besar untuk membangun budaya literasi di Banyumas. Sejak awal, saya berharap dapat ikut meramaikan festival ini sekaligus memperoleh pengalaman yang kelak bisa menjadi bekal jika suatu hari saya berkesempatan menyelenggarakan festival serupa. Saya juga berharap BILFEST dapat menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan minat literasi masyarakat Banyumas.Pengalaman yang paling berkesan selama mengikuti BILFEST adalah kesempatan untuk bertemu dan mengenal banyak orang dari berbagai latar belakang.

Saya berinteraksi dengan panitia, peserta, penulis, pegiat literasi, hingga pengunjung yang datang dengan semangat yang sama. Saya juga merasa senang dapat menjadi bagian dari kemeriahan festival ini. Selain membantu menyukseskan acara, saya memperoleh banyak wawasan dari para pemateri yang membagikan pengalaman, gagasan, dan perjalanan hidup mereka. Dari berbagai perjumpaan tersebut, saya menyadari bahwa literasi bukan hanya tentang membaca dan menulis, tetapi juga tentang saling mengenal, mendengar, dan belajar dari pengalaman orang lain. Inspirasi terbesar yang saya peroleh dari BILFEST adalah keberanian untuk bermimpi setinggi-tingginya dan memperjuangkannya dengan sungguh-sungguh. Mimpi tidak boleh hanya menjadi angan-angan yang digantung tanpa usaha, tetapi harus diwujudkan melalui kerja keras dan ketekunan. Hal yang paling membekas dalam ingatan saya adalah cerita tentang mimpi besar Bu Rahmi. Beliau ingin membangun BILFEST sebagai ruang bersama bagi semua orang untuk membaca buku, berbagi gagasan, dan menyalurkan kreativitas. Meskipun BILFEST saat ini belum benar-benar bertaraf internasional, Bu Rahmi mengatakan bahwa kata “internasional” dalam nama festival tersebut adalah sebuah doa.

Sebuah harapan besar yang terus dirawat dengan usaha dan keyakinan bahwa suatu hari mimpi itu dapat menjadi kenyataan .Pengalaman mengikuti BILFEST memberikan dampak positif bagi diri saya. Kegiatan ini melatih keberanian, kepercayaan diri, dan kemampuan berinteraksi dengan banyak orang. Saya belajar bahwa organisasi tidak hanya mengajarkan cara bekerja sama, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun relasi dan memperluas wawasan. Dari festival ini saya juga memahami pentingnya memiliki mental yang kuat, tidak mudah menyerah, dan terus berusaha menggapai cita-cita meskipun perjalanan menuju tujuan sering kali membutuhkan waktu yang panjang.

Secara keseluruhan, saya merasa sangat senang dan bersyukur dapat menjadi bagian dari Banyumas International Literacy Festival. Festival ini tidak hanya menghadirkan berbagai kegiatan literasi, tetapi juga menyalakan semangat untuk terus belajar, berkarya, dan bermimpi. Semoga setiap kebaikan yang dilakukan dalam festival ini menjadi amal dan pahala bagi semua pihak yang terlibat. Saya juga berharap semakin banyak penulis yang terus menghasilkan karya-karya bermanfaat bagi masyarakat. Ke depannya, semoga BILFEST semakin berkembang, semakin sukses, dan benar-benar mampu menjadi festival literasi bertaraf internasional, sebagaimana doa dan harapan yang terus diperjuangkan oleh para penggeraknya. Sebab sebuah festival boleh berakhir, tetapi semangat literasi harus tetap hidup dan terus menyala dalam diri setiap orang yang pernah menjadi bagian darinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *