Lokal

Kekeringan Berkelanjutan, Warga Karanglewas Kidul Sambut Bantuan Air Bersih GPK Banyumas

KARANGLEWAS. Puluhan warga dari berbagai usia tampak antusias menyambut kedatangan mobil tangki air bersih yang diterjunkan oleh gerakan kepemudaan GPK Banyumas di wilayah Karanglewas Kidul RT 02 dan RT 06 / RW 03, Kecamatan Karanglewas, Minggu (11/10/2026).

Penyaluran air bersih ini menargetkan sekitar 150 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di tiga RT. Warga yang telah mengantre sejak pagi langsung berbondong-bondong membawa berbagai wadah, mulai dari ember, jeriken, hingga galon untuk menampung pasokan air yang sangat mereka butuhkan.

Nasim, salah seorang warga setempat, menuturkan bahwa krisis air bersih di wilayahnya sudah berlangsung selama kurang lebih lima bulan terakhir. Kondisi ini diperparah oleh ketiadaan akses jaringan pipa PDAM serta faktor geografis yang menyulitkan warga memperoleh air subterran.

“Sumur gali warga rata-rata sudah kering total. Untuk membuat sumur bor juga tidak memungkinkan karena struktur tanah di sini banyak berbatu. Sejauh ini jaringan PDAM belum masuk, sehingga warga hanya bergantung pada Pamsimas dari Kedungparuk yang pasokannya amat terbatas,” ujar Nasim.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) GPK Banyumas, M. Ridho, menjelaskan bahwa aksi sosial ini merupakan komitmen aksi cepat tanggap organisasi dalam membantu masyarakat yang terdampak krisis air.

“Karanglewas Kidul ini merupakan titik kedua penyaluran bantuan air bersih kami, setelah sebelumnya kami menyalurkan bantuan serupa di Desa Langgongsari,” terang M. Ridho di lokasi pembagian.

Dorong Pemerintah Cari Solusi Jangka Panjang

Meski bantuan darurat dari ormas dan relawan sangat membantu, warga berharap ada langkah nyata dan respons cepat dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas.

Jumanto, warga Karanglewas lainnya, menyuarakan keprihatinannya atas fenomena kekeringan yang selalu berulang setiap tahun tanpa ada penanganan infrastruktur mendasar dari pemangku kebijakan.

“Kami sangat berterima kasih kepada GPK Banyumas yang sudah sangat membantu masyarakat terlepas dari krisis ini. Namun, seharusnya pemerintah daerah ikut turun tangan secara langsung. Kekeringan ini masalah tahunan, tetapi Pemda seperti kurang merespons kebutuhan fasilitas mendasar kami,” tegas Jumanto.

Ia menekankan bahwa bantuan air bersih melalui mobil tangki hanya bersifat sementara.

Pemerintah Kabupaten Banyumas dan dinas terkait didesak untuk segera mengambil tindakan konkret dalam menghadirkan solusi jangka panjang, seperti perluasan jaringan PDAM atau optimalisasi sarana air minum berbasis masyarakat.

“Masyarakat sangat membutuhkan air. Tolong ini jadi perhatian serius Pemda Banyumas dan para pemangku kebijakan lainnya. Harus ada solusi jangka panjang agar warga tidak terus-menerus mengalami krisis air setiap tahunnya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *