Kelompok Houthi Kembali Klaim Serang Bandara Internasional King Khalid

RIYADH — Kelompok Houthi asal Yaman secara resmi kembali mengklaim telah melancarkan aksi serangan yang menyasar Bandara Internasional King Khalid yang berlokasi di Riyadh, Arab Saudi.
Serangan militer tersebut diluncurkan pada hari Minggu, 25 Oktober 2026, selang beberapa jam saja setelah operasional aktivitas penerbangan di bandara udara tersebut baru kembali dibuka secara resmi.Aksi serangan bersenjata ini meletus di tengah eskalasi pertempuran yang kian memanas antara pihak kelompok Houthi dan Arab Saudi.
Meningkatnya intensitas pertempuran militer kedua belah pihak terjadi setelah kesepakatan gencatan senjata yang sempat bertahan selama bertahun-tahun di Yaman mengalami keruntuhan.Sebagaimana dilansir oleh kantor berita AFP pada Senin pagi, 26 Oktober 2026, juru bicara militer dari pihak Houthi, Yahya Saree, menyampaikan keterangan resmi terkait serangan tersebut.
Yahya Saree menyatakan bahwa kelompoknya telah menggelar dan melancarkan tiga operasi militer terpisah. Operasi militer berskala besar itu dieksekusi dengan mengandalkan peluncuran puluhan rudal balistik ke area sasaran.Dalam pernyataan publiknya, Yahya Saree mengklaim bahwa tembakan serangan yang diarahkan ke Bandara Internasional King Khalid di Riyadh berhasil mengenai serta mencapai target sasaran yang telah ditentukan.
(Di luar eskalasi tersebut, terdapat pula ulasan informasi mengenai upaya Menyelamatkan Siamang Sang Penjaga Hutan, serta kabar berita terkait Arab Saudi Bombardir Wilayah Houthi di Yaman yang Mengakibatkan Sejumlah Orang Tewas).Selain membidik fasilitas bandara utama di kota Riyadh, pihak kelompok Houthi juga mengaku turut menggempur target vital militer lainnya.
Mereka mengeklaim telah berhasil melancarkan serangan terhadap pangkalan udara King Khalid yang bertempat di kawasan Khamis Mushait. Tidak berhenti di situ, kelompok Houthi juga mengaku menyerang instalasi pangkalan angkatan laut militer yang berada di wilayah Jazan.
