Nasional

Transisi Energi Harus Jadi Strategi Nasional Penguat Ketahanan

JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno, menyatakan dengan tegas bahwa proses transisi energi wajib dijadikan strategi tingkat nasional guna memperkuat ketahanan energi, memicu roda pertumbuhan ekonomi, sekaligus memenuhi kewajiban konstitusi untuk merawat lingkungan hidup agar tetap baik serta sehat.

Penyataan tersebut dikemukakan oleh Eddy sewaktu bertindak sebagai pembicara kunci di dalam acara Energy Leadership & Business Conference (ELBC) 2026 bertempat di Jakarta pada hari Jumat (30/10/2026).

Tokoh yang menyandang gelar Doktor Ilmu Politik dari Universitas Indonesia (UI) tersebut menyampaikan bahwa kemajuan sektor energi terbarukan mampu memicu kemunculan industri anyar, membuka kesempatan kerja baru, mendongkrak daya saing barang produksi dalam negeri, serta mengukuhkan kemandirian energi Indonesia.

“Karena itu, arah transisi energi Indonesia harus bertumpu pada tiga prinsip utama, yaitu tangguh, rendah emisi, dan berkeadilan,” tuturnya.Lebih lanjut, Wakil Ketua Umum PAN tersebut menyampaikan apresiasi terhadap arah kebijakan yang diambil pemerintah dalam mempercepat pengembangan energi baru terbarukan, termasuk lewat dokumen Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034.

Di dalam rencana tersebut, tercatat adanya tambahan kapasitas pembangkit listrik mencapai 69,5 GW, dengan porsi 42,6 GW atau sekitar 61 persennya bersumber dari energi baru dan terbarukan.Selain itu, Eddy memberikan apresiasi khusus terhadap komitmen Presiden Prabowo Subianto yang sejak awal masa pemerintahannya secara konsisten mendorong percepatan transisi energi serta pengembangan energi terbarukan.

Menurut pandangannya, tekad tersebut tampak nyata melalui berbagai program strategis pemerintah, di antaranya Program PLTS 100 GW yang diarahkan untuk memperkokoh kemandirian energi nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *