Panglima TNI Anugerahkan Kenaikan Pangkat Luar Biasa 136 Prajurit

JAKARTA — Sebagai bentuk apresiasi dan penghormatan tertinggi dari negara atas dedikasi serta pengabdian luar biasa, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto secara resmi menganugerahkan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) kepada 136 prajurit TNI.
Penghargaan ini diberikan sebagai pengakuan atas jasa-jasa para prajurit yang telah berjuang dan bertugas melampaui panggilan tugas biasa demi menjaga kedaulatan, keamanan, serta keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Prosesi penganugerahan KPLB tersebut dilaksanakan dalam sebuah upacara militer yang berlangsung di Aula Mako Yonif 754/ENK, Timika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, pada hari Kamis, 22 Oktober 2026.
Dalam rilis resmi Pusat Penerangan (Puspen) TNI yang disampaikan pada hari Jumat, 23 Oktober 2026, Jenderal TNI Agus Subiyanto menegaskan nilai mendasar dari tugas seorang prajurit TNI:Jenderal TNI Agus Subiyanto:”Pengabdian seorang prajurit tidak hanya diukur dari keberhasilan dalam melaksanakan tugas, tetapi juga dari ketulusan hati dalam menjaga amanah bangsa dan negara.”
Penghargaan KPLB ini diserahkan langsung sebagai bentuk *reward* istimewa dari pimpinan tertinggi TNI kepada para prajurit berprestasi yang telah menunjukkan loyalitas dan pengorbanan di berbagai medan operasi khusus maupun pembinaan teritorial.
Rekapitulasi Penerima KPLB Per Satuan Tugas (Satgas)
Dari total 136 prajurit yang berhak menerima Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB), rincian penerima berdasarkan latar belakang Satuan Tugas (Satgas) dan matra TNI meliputi:
1. Prajurit Satgas Yonif 9 Marinir (TNI AL): Total 49 Orang, Prajurit dari Korps Marinir TNI Angkatan Laut ini terbagi dalam tiga fokus operasi, yakni:Operasi Badai Kasuari 3.9: Sebanyak 15 orang.Operasi Badai Kasuari 3.10: Sebanyak 25 orang.Operasi Badai Kasuari 3.11:Sebanyak 9 orang.
2. Prajurit Satgas Rajawali V (TNI AD): Total 38 Orang Prajurit dari jajaran TNI Angkatan Darat ini tersebar di beberapa sub-operasi:Operasi Badai Kasuari 3.9:Sebanyak 15 orang.Operasi Badai Kasuari 3.10: Sebanyak 15 orang.Operasi Badai Kasuari 3.11: Sebanyak 8 orang.
3. Prajurit Satgas Mandala VI / Satgas Intelijen (TNI AD): Total 23 Orang, Prajurit intelijen TNI AD ini menjalankan tugas di dua sektor operasi strategis:Operasi Penggalangan Mulia: Sebanyak 14 orang.Operasi Bandara Yahukimo: Sebanyak 9 orang.
4. Prajurit Satgas Pasgat (TNI AU): Total 13 Orang, Prajurit Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) TNI Angkatan Udara yang bertugas pada Operasi Bandara Yahukimo & Sentani.
5. Prajurit Satgas Elang VI (BIN / TNI AD): Total 6 Orang, Prajurit yang bertugas dalam bingkai kolaborasi Badan Intelijen Negara dan TNI AD dalam Operasi Badai Kasuari 3.10.
6. Prajurit Binter Korem 172/PWY (TNI AD): Total 5 Orang, Prajurit Pembina Teritorial yang bertugas di bawah jajaran Korem 172/Praja Wira Yakthi.
7. Prajurit Binter Kodim 1714/PJ Rem 173/PVB (TNI AD): Total 2 Orang, Prajurit Pembina Teritorial yang bertugas di Kodim 1714/Puncak Jaya di bawah Korem 173/Praja Vira Braja.
Rincian Distribusi Prajurit Per Sektor Operasi
Apabila ditinjau dari kualifikasi dan distribusi sektor operasinya, 136 penerima penghargaan KPLB ini terbagi ke dalam 7 skema operasi sebagai berikut:
a. Operasi Badai Kasuari 3.9 (Total 30 Orang)Terdiri dari gabungan 15 prajurit Satgas Rajawali V dan 15 prajurit Satgas Yonif 9 Marinir.
b. Operasi Badai Kasuari 3.10 (Total 46 Orang)Terdiri dari gabungan 15 prajurit Satgas Rajawali V, 25 prajurit Satgas Yonif 9 Marinir, serta 6 prajurit Satgas Elang VI.
c. Operasi Bandara Yahukimo & Sentani (Total 22 Orang)Terdiri dari gabungan 9 prajurit Satgas Intelijen / Mandala VI dan 13 prajurit Satgas Pasgat.
d. Operasi Penggalangan Distrik Mulia (Total 14 Orang)**Seluruhnya merupakan prajurit yang berasal dari Satgas Mandala VI / Satgas Intelijen.
e. Operasi Binter Korem 172/PWY (Total 5 Orang)Seluruhnya berasal dari Satuan Pembina Teritorial Korem 172/PWY.
f. Operasi Binter Kodim 1714/PJ (Total 2 Orang)Seluruhnya berasal dari Satuan Pembina Teritorial Kodim 1714/PJ Rem 173/PVB.
g. Operasi Badai Kasuari 3.11 (Total 17 Orang)Terdiri dari 8 prajurit Pengendali Operasi Denkul 4 Rajawali V dan 9 prajurit Satgas Yonif 9 Marinir.
Perwakilan Prajurit yang Hadir di Lokasi Acara
Pada saat penganugerahan berlangsung di Aula Mako Yonif 754/ENK, Timika, hadir jajaran perwakilan prajurit dari berbagai unsur Satuan Tugas penerima KPLB untuk menerima penghargaan secara langsung dari Panglima TNI, antara lain:
1. Satgas Yonif 9 Marinir (TNI AL)
2. Satgas Rajawali V (TNI AD)
3. Satgas Mandala VI / Satgas Intelijen.
4. Satgas Kopasgat (TNI AU).
5. Satgas Elang VI (BIN).
Ringkasan Poin-Poin Utama Berita
untuk mempermudah dalam memahami rincian fakta penganugerahan penghargaan ini, berikut adalah ringkasan poin-poin utamanya: Jumlah Penerima KPLB: Sebanyak 136 prajurit TNI secara resmi menerima Kenaikan Pangkat Luar Biasa.
Pemberi Penghargaan: Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto.Lokasi & Waktu Upacara: Aula Mako Yonif 754/ENK, Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada hari Kamis, 22 Oktober 2026.
Rincian Satgas: Satgas Yonif 9 Marinir (49 orang), Satgas Rajawali V (38 orang), Satgas Mandala VI/Intelijen (23 orang), Satgas Pasgat (13 orang), Satgas Elang VI (6 orang), Binter Korem 172/PWY (5 orang), dan Binter Kodim 1714/PJ (2 orang).
Operasi Terbesar Penerima KPLB: Operasi Badai Kasuari 3.10 dengan total 46 prajurit penerima KPLB.Pesan Utama Panglima TNI: Pengabdian prajurit diukur tidak hanya dari keberhasilan tugas, melainkan dari ketulusan hati dalam menjaga amanah bangsa dan negara.
