Anthropic Diam-Diam Punya Wet Lab untuk Claude

San Francisco, 18 September 2026 – Perusahaan kecerdasan buatan (AI) Anthropic secara diam-diam telah mendirikan dan mengoperasikan laboratorium biologi basah (wet lab) di kawasan San Francisco Bay Area. Di fasilitas ini, model AI mereka, termasuk Claude, digunakan untuk merancang dan menjalankan eksperimen biologi fisik, bukan hanya simulasi komputer (in silico).Hal ini dikonfirmasi oleh Eric Kauderer-Abrams, kepala bidang ilmu kehidupan (life sciences) Anthropic, dalam wawancara dengan Reuters. “Kami percaya bahwa untuk melakukan biologi, ujian terakhirnya masih—dan akan tetap demikian untuk sementara waktu—berada di kerja laboratorium nyata,” katanya. “Kami benar-benar melakukan itu hari ini.”
Menurut Kauderer-Abrams, pendekatan laboratorium tersebut mirip dengan kebanyakan perusahaan bioteknologi: sebagian penelitian dilakukan di fasilitas internal Anthropic, sementara sebagian lainnya dikerjakan bersama mitra eksternal.
Anthropic menolak memberikan detail spesifik tentang proyek yang sedang dikerjakan di lab tersebut. Namun, perusahaan menyatakan fokus utamanya adalah biologi fundamental, bukan penemuan obat (drug discovery). Langkah ini dilakukan agar tidak terlihat bersaing dengan industri farmasi, di mana Anthropic memiliki banyak pelanggan dan mitra besar, termasuk kerja sama dengan Novo Nordisk.
Sumber yang familiar dengan masalah ini mengatakan Anthropic juga mengeksplorasi otomatisasi, di mana Claude mengarahkan unit robotik untuk menjalankan eksperimen dengan intervensi manusia yang terbatas. Meski demikian, perusahaan menekankan bahwa pengawasan manusia tetap esensial demi keselamatan. “Kami masih berada di tahap sangat awal dalam menggunakan AI untuk mengotomatisasi pelaksanaan kerja laboratorium,” kata Kauderer-Abrams.
Pengumuman ini muncul beberapa bulan setelah Anthropic mengakuisisi Coefficient Bio, sebuah startup AI bioteknologi yang sebelumnya beroperasi secara diam-diam, pada April 2026. Anthropic juga telah meluncurkan Claude Science—platform kerja AI untuk ilmuwan—serta program verifikasi ilmu kehidupan yang memperlonggar beberapa pembatasan untuk peneliti biologi yang telah diverifikasi.
CEO Anthropic, Dario Amodei, baru-baru ini menyatakan keyakinannya bahwa AI bisa menyembuhkan sebagian besar penyakit utama dalam 5–10 tahun ke depan. Laboratorium fisik ini dipandang sebagai langkah praktis agar prediksi model AI dapat diuji di dunia nyata.
Berita ini dilaporkan pertama kali oleh Reuters dan kemudian dikonfirmasi serta diliput oleh berbagai media, termasuk TechCrunch. Anthropic belum merilis informasi tentang ukuran laboratorium, jumlah staf, atau level biosafety-nya
