Politik

Miftahusurur: GPK Banyumas Harus Mulai Ekspansi ke Semua Segmen

BANYUMAS — Hawa sejuk di sekitar Pendopo Petai yang terletak di Kebun Buah Batur Agung, Dusun II, Baseh, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menjadi saksi arah baru Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) Kabupaten Banyumas. Pada Minggu (20/9/2026) siang, Musyawarah Pimpinan Cabang (Musycab) GPK Banyumas digelar dengan agenda utama memperkuat pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan sekaligus menyokong kerja-kerja elektoral partai.

Tuan rumah kegiatan yang juga Sekretaris DPC PPP Banyumas serta MPO GPK, H. Miftahussurur, S.Pd., menyambut hangat kedatangan para peserta di kawasan wisata kebun buah miliknya tersebut. Menurutnya, GPK memiliki program unggulan dan daya ekspansi ke berbagai segmen masyarakat. Ia menekankan pentingnya pemahaman pendekatan ilmiah dalam strategi pemenangan.

“GPK harus paham ilmu teori stimulus dan majority effect untuk mendukung kerja-kerja elektoral partai di lapangan,” jelas Miftahussurur.

Ia melanjutkan bahwa teori stimulus dalam ilmu psikologi merujuk pada pendekatan Stimulus-Organism-Response (S-O-R). Melalui teori ini, aksi atau program nyata yang diberikan organisasi (stimulus) dapat memengaruhi persepsi serta sikap internal kader dan masyarakat (organism), sehingga memicu tindakan atau dukungan konkret (response) terhadap partai. Pendekatan ini dinilai efektif jika dipadukan dengan majority effect untuk membangun persepsi publik yang positif secara masif.

Dalam sambutannya, ia juga mengajak seluruh kader GPK untuk turut meramaikan dan menyukseskan Musyawarah Serempak Anak Cabang PPP se-Kabupaten Banyumas yang akan dilaksanakan di Kranggan pada 26 September 2026.

Memasuki acara inti Musycab, jalannya persidangan dipimpin langsung oleh M. Bunyamin Ridlo. Pembacaan struktur kepengurusan menjadi momen krusial dalam forum ini, setelah sebelumnya proses penataan berjalan melalui tim formatur yang terdiri dari Agusta Awali Amruloh, S.H., M. Bunyamin Ridlo, serta Bambang Sugiarto.

Hasil penetapan mengamanahkan tampuk kepemimpinan PC GPK Kabupaten Banyumas Masa Bakti 2026–2031 kepada Agusta Awali Amruloh, S.H., yang akrab disapa Tata.

Dalam pidato perdananya, Tata menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan tempat dan fasilitas dari H. Miftahussurur, S.Pd., serta kepercayaan seluruh kader. Ia juga memaparkan secara sistematis tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dari masing-masing bidang pengurus.

“Mari gerakan kita bisa bermanfaat untuk lingkungan sekitar. Fokus kita adalah gerakan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan, seperti yang disampaikan Pak Wasito,” tegas Tata.

Angin segar perubahan ini ditegaskan oleh Dr. Ir. H. Wasito, M.P., jajaran Majelis Kehormatan GPK. Sebagai organisasi otonom tertua di bawah naungan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), GPK dinilai harus terus beradaptasi dengan tantangan zaman tanpa kehilangan fondasi pergerakannya.

“GPK memiliki sejarah panjang. Karena itu, GPK saat ini harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman dan mengusung program yang sustainable atau berkelanjutan,” ujar Wasito di hadapan para kader yang hadir.

Senada dengan Wasito, Ketua DPC PPP Banyumas yang juga menjabat di Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) GPK, Balqis Fadillah, S.H.I., M.Pd., menekankan pentingnya peran pemuda dalam mendongkrak elektoral partai. Ia mengingatkan agar para kader tetap berpegang pada karakter santun namun tegas.

“GPK harus bisa mendukung kerja elektoral. Karakter yang dibangun harus santun, tetapi tetap berani terhadap kemungkaran,” tegas Balqis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *