Lokal

Pembekuan Operasional SPPG Sidasari 1 Usai Insiden Keracunan Massal Siswa SMAN 1 Sampang

Penghentian sementara (suspend) operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sidasari 1 akibat dugaan keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebanyak 361 siswa SMAN 1 Sampang menjadi korban keluhan kesehatan. Keputusan penangguhan diambil oleh Koordinator Wilayah SPPG Cilacap (Yuda Prasetyo) beserta Badan Gizi Nasional (BGN).

Peristiwa terjadi di SMAN 1 Sampang, Kecamatan Sampang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, dengan unit penyedia makanan bertempat di SPPG Sidasari 1. dikonsumsi pada Selasa (22/9/2026), gejala mulai dirasakan Selasa malam hingga Rabu (23/9/2026), dan pembekuan izin operasional diberlakukan sejak Rabu sore pukul 16.00 WIB.

Langkah penghentian operasional diambil untuk memutus potensi risiko lebih luas serta memberi ruang bagi tim penilai untuk mengevaluasi mutu hygeine dan keutuhan rantai pasok makanan MBG. Makanan diproduksi masal oleh dapur SPPG Sidasari 1 untuk 2.271 penerima di 12 sekolah. Pasca-kejadian, BGN menyampaikan permohonan maaf, menghentikan operasional dapur tanpa batas waktu yang ditentukan, serta berkomitmen menanggung biaya pemulihan para siswa hingga sembuh total.

Kejadian luar biasa menimpa ratusan pelajar di Cilacap setelah mengonsumsi sajian Makan Bergizi Gratis (MBG). Data Dinas Kesehatan mencatat setidaknya 361 dari total 992 siswa SMA Negeri 1 Sampang mengalami gejala keracunan, yang tersebar di jenjang kelas X, XI, hingga XII. Timbulnya keluhan kesehatan secara bersamaan dalam kurun waktu singkat ini memicu respons cepat dari pihak otoritas terkait.

Sebagai bentuk penanganan darurat, Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Cilacap resmi membekukan izin operasional unit dapur SPPG Sidasari 1. Langkah suspend ini berlaku tanpa tenggat waktu pasti hingga proses investigasi, evaluasi teknis, dan pengujian sampel selesai dilakukan secara menyeluruh oleh tim gabungan.

Kasus ini menyoroti kerentanan tata kelola katering berskala besar. Dapur SPPG Sidasari 1 diketahui melayani penyediaan nutrisi bagi 2.271 penerima manfaat yang tersebar di 12 institusi pendidikan. Skala distribusi yang luas membuat standar keamanan pangan (food safety) dan kontrol kualitas (quality control) menjadi krusial. Kelalaian kecil pada tahap pengolahan maupun penyimpanan dapat berdampak fatal bagi banyak penerima manfaat sekaligus.

Menanggapi insiden tersebut, pihak BGN secara terbuka menyampaikan permohonan maaf atas musibah yang terjadi dan berjanji bertanggung jawab penuh terhadap penanganan medis seluruh korban. Kejadian ini menjadi momentum evaluasi mendasar bagi pelaksanaan program nasional pemenuhan gizi agar pengawasan mutu dari hulu ke hilir dapat diperketat guna mencegah peristiwa serupa terulang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *