Urutan Peristiwa Insiden Ambulans di Puskesmas 1 Pekuncen yang Menyebabkan Pasien Meninggal Dunia

BANYUMAS – Sebuah kejadian memilukan menimpa seorang warga Kecamatan Pekuncen Banyumas Jawa Tengah bernama Khotimah (42) pada Sabtu malam (10/01/2026). Pasien yang memiliki riwayat penyakit jantung tersebut meninggal dunia setelah sempat kesulitan mendapatkan fasilitas ambulans dari Puskesmas 1 Pekuncen di saat kondisinya sedang kritis.
Peristiwa ini menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah kronologinya diungkap oleh akun Facebook Masrukhin_Syam. Berikut adalah rangkaian kejadian berdasarkan unggahan tersebut:
- Sabtu Malam (21.00 WIB): Khotimah mengalami kekambuhan jantung mendadak. Mengingat ia pernah menjalani pemasangan ring jantung, keluarga segera membawanya ke Puskesmas 1 Pekuncen.
- Kendala di Puskesmas: Pihak Puskesmas merasa tidak sanggup menangani kondisi pasien dan menyarankan agar ia dirujuk ke rumah sakit. Namun, ketika keluarga hendak meminjam ambulans untuk membawa pasien, permintaan itu ditolak dengan alasan harus mengikuti prosedur yang berlaku.
- Upaya Darurat Keluarga: Merasa waktu sangat mendesak, keluarga akhirnya memutuskan membawa pasien menggunakan sepeda motor menuju RSUD Ajibarang.
- Kondisi di Perjalanan: Di tengah jalan, kesehatan pasien semakin merosot. Keluarga kemudian memberhentikan mobil bak terbuka yang kebetulan lewat untuk melanjutkan perjalanan ke rumah sakit.
- Pasien Meninggal: Sayangnya, hanya berselang 10 menit setelah sampai di RSUD Ajibarang, tim medis menyatakan bahwa pasien telah meninggal dunia.
Netizen sangat menyayangkan kaku-nya birokrasi di puskesmas yang dianggap lebih mengutamakan prosedur daripada keselamatan nyawa pasien dalam keadaan darurat.
Tanggapan Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyumas
Menanggapi viralnya kasus ini, Anwar Hudiono selaku Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Banyumas memberikan penjelasan resmi. Ia menyatakan bahwa ambulans yang ada di Puskesmas Pekuncen 1 adalah jenis ambulans transportasi, bukan ambulans gawat darurat yang lengkap.
Secara teknis, penggunaan ambulans tersebut harus melalui tahap stabilisasi pasien terlebih dahulu sebelum dirujuk. Hal ini meliputi penanganan jalan napas, pemberian oksigen, pemasangan infus, serta pemberian obat khusus jantung di bawah lidah. Langkah-langkah ini wajib dilakukan sesuai SOP agar kondisi pasien tetap terjaga selama perjalanan dan memastikan kesiapan IGD di rumah sakit tujuan.
