Balqis Fadillah: GPK Banyumas Programnya Harus Santun dan Mendukung Elektoral

BANYUMAS — Suasana asri Pendopo Petai yang terletak di Kebun Buah Batur Agung, Dusun II, Baseh, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menjadi saksi arah baru Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) Kabupaten Banyumas. Minggu (20/9/2026) siang, Musyawarah Pimpinan Cabang (Musycab) GPK Banyumas digelar dengan agenda utama memperkuat pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan sekaligus menyokong kerja-kerja elektoral partai.
Ketua DPC PPP Banyumas yang juga menjabat di Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) GPK, Balqis Fadillah, S.H.I., M.Pd., menekankan pentingnya peran pemuda dalam mendongkrak elektoral partai. Dalam pandangannya, Balqis mengingatkan agar para kader tetap berpegang pada karakter santun namun tetap berani.
“GPK selain berani juga harus santun. Karakter yang dibangun harus santun, tetapi tetap berani terhadap kemungkaran,” tegas Balqis dalam sambutannya di hadapan para kader yang hadir.
Lebih lanjut, Balqis menyampaikan poin-poin krusial yang harus menjadi pegangan dan agenda pergerakan GPK Banyumas ke depan:
Pertama, terkait kontribusi terhadap partai. Balqis menegaskan bahwa GPK sebagai organisasi otonom (banom) PPP memiliki peran vital di lapangan. “GPK sebagai banom PPP harus turut membantu menaikkan elektoral atau pemilih PPP di Kabupaten Banyumas,” kata Balqis.
Kedua, mengenai keagamaan dan kedisiplinan ibadah kader. Balqis menekankan pentingnya kehadiran kader di lingkungan masyarakat terdekat. “Kader GPK harus tertib ibadah. Wajib aktif di masjid atau mushola di sekitar tempat tinggal masing-masing,” tutur Balqis.
Ketiga, peran GPK dalam mengawal isu-isu kemasyarakatan. Balqis mendorong GPK untuk tanggap dan peduli pada persoalan publik. “GPK harus menjalankan fungsi sebagai kontrol sosial dan kebijakan publik. Kemarin GPK sudah turun langsung ke beberapa sekolah negeri yang diduga ada pungli. GPK hadir menjembatani untuk mengurai problem tersebut,” ungkap Balqis.
Keempat, pendekatan dan etika penyampaian aspirasi. Balqis mengingatkan agar aksi kontrol sosial tetap mengedepankan etika dan kesantunan. “GPK mengingatkan dengan santun dan audiensi dengan cara yang baik. Melalui somasi dan audiensi ke pihak sekolah, persoalan bisa diselesaikan dengan tetap menjaga norma,” jelas Balqis.

Arah pergerakan yang disampaikan Balqis sejalan dengan pandangan Dr. Ir. H. Wasito, M.P. dari jajaran Majelis Kehormatan GPK. Wasito menilai GPK harus terus beradaptasi tanpa kehilangan fondasinya. “GPK memiliki sejarah panjang. Karena itu, GPK saat ini harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman dan mengusung program yang sustainable atau berkelanjutan,” ujar Wasito.
Tuan rumah kegiatan yang juga Sekretaris DPC PPP Banyumas serta MPO GPK, H. Miftahussurur, S.Pd., turut menekankan pentingnya pemahaman pendekatan ilmiah dalam strategi pemenangan. “GPK harus paham ilmu teori stimulus dan majority effect untuk mendukung kerja-kerja elektoral partai di lapangan,” jelas Miftahussurur.
Memasuki acara inti Musycab, jalannya persidangan dipimpin langsung oleh M. Bunyamin Ridlo. Pembacaan struktur kepengurusan menjadi momen krusial dalam forum ini, setelah sebelumnya proses penataan berjalan melalui tim formatur yang terdiri dari Agusta Awali Amruloh, S.H., M. Bunyamin Ridlo, serta Bambang Sugiarto.
Hasil penetapan mengamanahkan tampuk kepemimpinan PC GPK Kabupaten Banyumas Masa Bakti 2026–2031 kepada Agusta Awali Amruloh, S.H., yang akrab disapa Tata.
Dalam pidato perdananya, Tata menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan tempat dan fasilitas dari H. Miftahussurur, S.Pd., serta kepercayaan seluruh kader. Ia juga memaparkan secara sistematis tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dari masing-masing bidang pengurus.
“Mari gerakan kita bisa bermanfaat untuk lingkungan sekitar. Fokus kita adalah gerakan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan, seperti yang disampaikan Pak Wasito,” tegas Tata.
